Oleh karena itu lanjutnya, M. Syahri mengajak warga Ciledug untuk menjaga hal-hal tersebut. "Mari kita pelihara kedewasaan ini, kematangan berfikir demi tegaknya persatuan dan kesatuan," ajaknya.
Sementara Kori Abdullah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Ciledug menyampaikan, makan bersama yang dialasi dengan daun pisang merupakan keakraban dan berhasilnya penyelenggaraan pemilu oleh PPK Kecamatan dan PPS Kelurahan se-Kecamatan Ciledug.
Ke depan, tambahnyanya, insyaallah Ciledug akan menjadi contoh bagi Indonesia mengingat apresiasi dari para tokoh masyarakat terus mengalir.
"Artinya kita paham masyarakat bertasyakur dan demokrasi tidak bertentangan," ujar bang Kori Panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, Kori menjelaskan bahwa makan bersama menjadi spirit demokrasi dan demokrasi memperkuat kinerja penyelenggara pemilu.
"Demokrasi diberi ruh spirit bersama, diperkuat sistem demokrasi," ujarnya.
Karenanya, salah besar jika ada yang mengatakan, makan bersama tidak mengenal demokrasi. Sebab, untuk bermusyawarah dalam memutuskan suatu hal, dapat dilakukan dengan makan bersama. "Hanya formulanya beda. Esensinya sama," kata Kori diplomatis.
Makan bersama ini dihadiri oleh semua penyelenggara Ketua dan Anggota PPK serta PPS, Panwascam, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, juga dari aparat TNI / Polisi bersama Trantib Ciledug.