Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pilar Saga Cek Turap di Tiga Titik Tangsel
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan mengutamakan informasi dari lembaga resmi.
“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, yaitu BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Mengantisipasi paparan abu vulkanik, BPBD Tanggamus juga meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak. Warga yang memiliki keperluan di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan abu vulkanik.
“Batasi aktivitas kita di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, dan dapat menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan,” ujar Hendarman.
Ia juga meminta masyarakat tetap menjaga kondisi kesehatan dan tidak panik menghadapi situasi tersebut.
“Dimohon kepada masyarakat tetap waspada, jaga kesehatan untuk melindungi diri kita masing-masing,” katanya.
Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Aktivitas hujan abu dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Abu disebut berada dalam kondisi cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi berulang.
Baca Juga: KDM Menuju 2029: Tak Perlu Melawan Prabowo, Menunggu Estafet Bisa Jadi Jalan Terbaik
Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, hingga saat itu belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material akibat kejadian tersebut.
Gunung Anak Krakatau juga disebut masih berada pada Level III atau Siaga.