Sebuah konsep ideal yang terdengar indah di podium, meski di lapangan UMKM masih sering sibuk bertahan hidup menghadapi bunga pinjaman dan harga bahan baku yang tak kenal belas kasihan.
“Ini sejalan dengan semangat perjuangan HIPMI. Yang kecil harus naik jadi menengah, yang menengah naik jadi besar, dan yang besar makin kuat. Di situlah kolaborasi bekerja,” ujar Bahlil.
Pada akhirnya, Munas HIPMI bukan hanya menjadi forum ekonomi. Acara itu berubah menjadi panggung sindiran kabinet yang lebih hidup daripada laporan capaian kementerian.
Dan di tengah janji pembangunan rumah rakyat yang masih sibuk mencari bentuk nyata, candaan Bahlil terdengar seperti alarm keras yang sengaja dibunyikan tepat di depan wajah kekuasaan.
(***)