nasional

Bahlil Sentil Kenerja Kementerian Perumahan di Depan Wajah Prabowo

Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:09 WIB
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia

LAMPUNG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia tampaknya belum kehilangan hobi lamanya: menyentil kolega kabinet sambil melempar senyum lebar.

Di panggung politik, jurus semacam itu memang lebih aman ketimbang sidak proyek. Orang tertawa, tapi yang disindir biasanya mulai gelisah mengecek pencapaian kerja.

Kali ini yang kena lemparan “candaan beracun” adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Di depan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan kader HIPMI, Bahlil memainkan peran seperti komika politik: santai, licin, tapi menusuk sampai ke plafon kementerian.

Baca Juga: Bea Cukai Gagalkan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni, Negara Selamat Rp7,9 Miliar

Momen itu terjadi dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Forum yang seharusnya penuh pidato optimisme ekonomi mendadak berubah seperti panggung roasting kabinet. Bedanya, yang ditertawakan bukan oposisi, melainkan sesama menteri sendiri.

Dengan gaya khasnya, Bahlil membuka cerita soal “doktrin” yang ia terima di dalam pesawat dari seorang menteri yang bukan kader HIPMI, tetapi terlalu percaya diri merasa paling HIPMI sedunia.

“Tadi di pesawat saya didoktrin habis-habisan oleh menteri yang bukan HIPMI tapi merasa HIPMI, yaitu Menteri Perumahan,” kata Bahlil, disambut gelak tawa peserta.

Baca Juga: Festival Kuliner Nusantara Meriahkan Bulan Bung Karno di Pamulang Square, Ratusan UMKM Serbu Bazar Kuliner Termurah

Tawa itu terdengar riuh. Mungkin karena semua orang tahu: dalam politik Indonesia, candaan pejabat sering kali lebih jujur daripada konferensi pers resmi.

Bahlil lalu menaikkan level sindirannya. Ia menyinggung program rumah rakyat yang selama ini lebih sering muncul di pidato ketimbang di lingkungan warga. Brosurnya mungkin sudah beredar ke mana-mana, tetapi wujud nyatanya masih bersembunyi entah di mana.

Menurut Bahlil, Menteri Perumahan seolah ingin tampil sebagai pahlawan UMKM karena mengurus pembangunan rumah rakyat.

Narasinya megah, pencitraannya rapi, dan jargon kerakyatannya terdengar mulia. Hanya saja, publik rupanya masih kesulitan menemukan hasil konkretnya di lapangan.

Alih-alih membantu memperhalus promosi kolega kabinetnya di depan Presiden, Ketua Umum Partai Golkar itu justru melempar kalimat yang terdengar seperti tamparan berselimut humor.

Halaman:

Tags

Terkini