nasional

Viral Bupati Bener Meriah Klaim Rombongan Warga yang Jalan Kaki Puluhan Km Itu Mayoritas Pedagang, Bukan Korban Bencana

Jumat, 19 Desember 2025 | 12:08 WIB
Menyoroti pernyataan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar terkait viralnya rombongan warga yang jalan kaki puluhan kilometer. (Instagram.com/@undercover)

Bidiktangsel.com - Tiga pekan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Bener Meriah di Aceh Tengah, kondisi akses jalan utama hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Akibatnya, ribuan warga dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer (Km) melewati jalan lintasan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kendati demikian, perjalanan panjang itu bukan tentang petualangan, melainkan perjuangan untuk menghidupkan dapur keluarga di tengah keterbatasan akses jalanan yang rusak pascabencana.

Baca Juga: Desa Masih Terisolir dan Stok Makanan Habis, Warga Sitahuis Ini 10 Jam Jalan Kaki ke Sibolga untuk Cari Logistik

Terkini, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar buka suara terkait viralnya rombongan warga yang berjalan kaki puluhan kilometer untuk bertahan hidup.

"(Saya mengetahui narasi) tentang Warga Bener Meriah, berangkat berbondong-bondong untuk mengambil beras," kata Tagore sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, 19 Desember 2025.

"Ini sebenarnya saya tidak bantah, karena dalam situasi seperti ini kita tidak boleh saling menyalahkan," tambahnya.

Sudah Ada Dapur Umum di Bener Meriah

Dalam kesempatan yang sama, Tagore menjelaskan pihaknya sempat membuka dapur umum untuk para korban bencana di wilayahnya.

Baca Juga: Skandal Kepala BGN Asyik Main Golf di Tengah Bencana Sumatera, Alasannya Galang Dana untuk Para Korban

"Kami sudah buka dapur umum di Burpasi, tapi ternyata yang makan di situ adalah pedagang-pedagang di Aceh Tengah," terangnya.

"Yang bawa minyak, yang bawa beras itu pedagang," imbuh Tagore.

Kendati demikian, Bupati Bener Meriah itu mengakui terdapat sebagian kecil warganya yang ikut bersama rombongan di jalur KKA.

"Tidak kami pungkiri hanya beberapa persen, ada warga yang berangkat ke sana," terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini