nasional

Kinerja APBN Banten 2025 Meningkat, Pendapatan dan Belanja Negara Capai Capaian Positif

Senin, 27 Oktober 2025 | 20:06 WIB
Kinerja Pengelolaan Pajak Banten

Baca Juga: Panitia Muskota IV Kadin Tangsel Gagal, Umumkan Penundaan di Tengah Ketegangan Peserta

Kinerja Kepabeanan dan Cukai

Sementara itu, Fitra Krisdianto dari Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkapkan, penerimaan kepabeanan dan cukai Banten mencapai Rp10,50 triliun atau 73,43% dari target nasional Rp14,30 triliun. 

Rinciannya, bea masuk sebesar Rp8,04 triliun, cukai Rp2,40 triliun, dan bea keluar Rp59,19 miliar.

Fitra menambahkan, kinerja ekspor Banten pada September 2025 tercatat USD 1,95 miliar, sedangkan impor USD 3,44 miliar. Komoditas ekspor unggulan meliputi alat ukur, perhiasan, dan suku cadang pesawat udara.

Pengelolaan Aset Negara

Kepala Bidang DJKN Banten, Muhammad Indra Kesuma, melaporkan kinerja positif dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Total PNBP dari pengelolaan aset, piutang, dan lelang mencapai Rp88,07 miliar atau 103,47% dari target, tumbuh 70,71% secara tahunan.

Baca Juga: Ketegangan Warnai Jalannya Musyawarah Kota IV Kadin Tangsel, Peserta Desak Panitia Lanjutkan Sidang Hingga Terjadi Deadlock

Realisasi PNBP lelang mencapai Rp50,34 miliar (109,6% dari target), dengan kontribusi terbesar dari KPKNL Tangerang I dan II. Nilai BMN Provinsi Banten tercatat mencapai Rp87,92 triliun atau 1,3% dari total nasional, dengan aset terbesar berupa tanah senilai Rp61,37 triliun.

Indra juga menambahkan, hingga September 2025, DJKN menyalurkan hibah aset BMN senilai Rp122,39 miliar kepada pemerintah daerah, termasuk untuk pembangunan rumah susun MBR, fasilitas kampus, serta proyek jalan dan irigasi.

Fondasi Fiskal yang Kuat

Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja APBN Banten 2025 semakin solid dan berkontribusi terhadap penguatan fondasi fiskal daerah. 

Baca Juga: Modus “Driver Lalamove” Rugikan Jutaan Rupiah: Wartawan Jadi Korban, Aplikasi dan Plat Mobil Dipakai Pancing Transfer

Melalui sinergi antarunit Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan, belanja, dan pengelolaan aset terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini