Baca Juga: Panitia Muskota IV Kadin Tangsel Gagal, Umumkan Penundaan di Tengah Ketegangan Peserta
Kinerja Kepabeanan dan Cukai
Sementara itu, Fitra Krisdianto dari Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkapkan, penerimaan kepabeanan dan cukai Banten mencapai Rp10,50 triliun atau 73,43% dari target nasional Rp14,30 triliun.
Rinciannya, bea masuk sebesar Rp8,04 triliun, cukai Rp2,40 triliun, dan bea keluar Rp59,19 miliar.
Fitra menambahkan, kinerja ekspor Banten pada September 2025 tercatat USD 1,95 miliar, sedangkan impor USD 3,44 miliar. Komoditas ekspor unggulan meliputi alat ukur, perhiasan, dan suku cadang pesawat udara.
Pengelolaan Aset Negara
Kepala Bidang DJKN Banten, Muhammad Indra Kesuma, melaporkan kinerja positif dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Total PNBP dari pengelolaan aset, piutang, dan lelang mencapai Rp88,07 miliar atau 103,47% dari target, tumbuh 70,71% secara tahunan.
Realisasi PNBP lelang mencapai Rp50,34 miliar (109,6% dari target), dengan kontribusi terbesar dari KPKNL Tangerang I dan II. Nilai BMN Provinsi Banten tercatat mencapai Rp87,92 triliun atau 1,3% dari total nasional, dengan aset terbesar berupa tanah senilai Rp61,37 triliun.
Indra juga menambahkan, hingga September 2025, DJKN menyalurkan hibah aset BMN senilai Rp122,39 miliar kepada pemerintah daerah, termasuk untuk pembangunan rumah susun MBR, fasilitas kampus, serta proyek jalan dan irigasi.
Fondasi Fiskal yang Kuat
Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja APBN Banten 2025 semakin solid dan berkontribusi terhadap penguatan fondasi fiskal daerah.
Melalui sinergi antarunit Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan, belanja, dan pengelolaan aset terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
(***)