Serang, bidiktangsel.com — Kinerja APBN Provinsi Banten hingga 30 September 2025 menunjukkan tren positif. Pendapatan dan belanja negara mencatatkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya, menandakan pengelolaan fiskal di wilayah ini berjalan semakin baik.
Hal tersebut disampaikan oleh jajaran Kemenkeu Satu Regional Banten yang terdiri dari Mohamad Zaki (Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Banten), Muhamad Riza Pahlevi (Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Banten), Fitra Krisdianto (Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta), serta Muhammad Indra Kesuma (Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil DJKN Banten).
Baca Juga: Sindikat Ganjal ATM Dibekuk Polsek Ciputat Timur, Uang Korban Rp73 Juta Raib
Kinerja Pendapatan dan Belanja Negara
Menurut Zaki, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Banten tumbuh 13,48% dengan realisasi 110,76%, melampaui capaian nasional sebesar 72,30%.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan layanan pertanahan, kepelabuhanan, pendidikan, rumah sakit, dan paspor.
Dari sisi belanja negara, realisasi mencapai 69,26%, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 63,40%. Belanja terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp14,27 triliun atau 75,01% dari target nasional.
Sementara itu, belanja kementerian/lembaga tercatat Rp5,40 triliun atau 57,60%.
Zaki menjelaskan, belanja pegawai tumbuh positif dengan realisasi 78,44%, dipengaruhi penambahan ASN dan PPK di sejumlah instansi.
Sebaliknya, belanja barang dan modal mengalami kontraksi cukup dalam di atas 35% akibat efisiensi anggaran pasca-Pemilu 2024.
Realisasi Penerimaan Pajak
Kepala Bidang DJP Banten, Muhamad Riza Pahlevi, menyampaikan bahwa hingga September 2025, penerimaan pajak Provinsi Banten mencapai Rp48,22 triliun atau 59,18% dari target APBN 2025 sebesar Rp81,48 triliun.
Jenis pajak dengan capaian tertinggi adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB sebesar 76,62%, diikuti PPh Nonmigas sebesar 59,70%, dan PPN serta PPnBM sebesar 57,29%. Kontribusi terbesar penerimaan berasal dari PPN Impor (28,02%), PPN Dalam Negeri (28,95%), serta PPh Badan (12,08%).
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan: Muskot IV Kadin Tangsel Momentum Regenerasi dan Penguatan Iklim Investasi Daerah
Pemkot Tangsel Ikuti Evaluasi SAKIP 2025: Pilar Tekankan Program Berdampak ke Masyarakat
Pilar Ajak Warga Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong dengan Jumat Bersih
Kadis Kominfo Tangsel Tb Asep Paparkan Empat Fungsi Utama Diskominfo dalam Mendorong Transformasi Digital Daerah
Anggaran Rp1,2 Miliar, Nasi Kotak Muskot IV Kadin Tangsel Justru Berair dan Basi, Ratusan Nasi Kotak Terbuang