nasional

Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande, Telisik Akar Masalah Demi Jawab Keresahan Warga

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:34 WIB
Menyoroti kasus paparan radioaktif Cs-137 di kawasan industri Cikande, Banten. (Dok. KemenLH)

Bidiktangsel.com — Sorotan tajam kini tertuju pada kasus dugaan pencemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. 

Isu ini mencuat setelah laporan dari Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2025 yang menyebut sejumlah produk udang beku asal Indonesia terdeteksi mengandung unsur radioaktif Cs-137 di beberapa pelabuhan besar, seperti Los Angeles, Houston, Savannah, hingga Miami.

Baca Juga: Di Balik Praperadilan Nadiem Makarim, Ada Harapan Bebas dan Bayang-bayang Jeratan Korupsi

Temuan tersebut memicu respons cepat dari pemerintah. Pada 11 September 2025, dibentuklah Satgas Penanganan Cs-137, yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dengan pengendali teknis Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.

Pemerintah kemudian menetapkan status kejadian khusus pencemaran radiasi agar penanganan dapat berjalan secara terkoordinasi lintas sektor.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, 23 September 2025 lalu, Hanif Faisol menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta partisipasi publik dalam menangani dugaan pencemaran ini.

Baca Juga: Pengukuhan PWI Persatuan Digelar di Monumen Pers Nasional Surakarta 

“Dukungan dari seluruh elemen diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi bahan radioaktif,” ujar Hanif Faisol.

Kini publik dibayangi kecemasan mengenai sumber paparan radioaktif tersebut. Pertanyaan pun mengemuka: dari mana asal kontaminasi Cs-137 di Cikande ini bermula?

Akar Masalah: Besi Tercemar di Kawasan Industri

Investigasi Satgas mengarah pada pabrik peleburan besi PT Peter Metal Technology (PMT) di Kawasan Industri Modern Cikande.

Baca Juga: Kelurahan Jurang Mangu Timur Raih Peacemaker Justice Award 2025 dari Kemenkumham

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan besi bekas seberat 700 kilogram yang telah tercemar Cs-137.

Staf Ahli Kemenko Pangan, Bara Khrishna Hasibuan, mengungkapkan dalam konferensi pers Satgas Penanganan Cs-137 di Jakarta, Selasa (30/9/2025), bahwa sumber paparan radioaktif diduga berasal dari bahan baku besi yang sudah tercemar.

Halaman:

Tags

Terkini