nasional

Satgas Pangan Polri Ungkap Ketakutan Produsen Jadi Penyebab Stok Beras Premium Menipis di Ritel

Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:22 WIB
Foto ilustrasi beras - Satgas Pangan ungkap ketakutan para produsen beras premium. (Freepik/zirconicusso)

Bidiktangsel.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap penyebab menipisnya stok beras premium di sejumlah ritel belakangan ini.

Bukan karena penarikan sepihak oleh pihak toko, melainkan adanya ketakutan dari produsen beras premium sendiri.

Kepala Satgas Pangan Polri, Helfi Assegaf, menjelaskan produsen memilih tidak lagi mengirim pasokan baru ke ritel setelah stok lama habis.

Baca Juga: Heboh Dugaan Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi, Istana dan BPOM Siap Turun Tangan

“Memang ada penurunan (stok beras), otomatis karena informasinya mereka melakukan penarikan. Bukan penarikan, tetapi menghabiskan stok yang ada di ritel dan tidak mengisi kembali,” ujar Helfi di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Menurut Helfi, ketakutan produsen muncul karena khawatir hasil uji laboratorium tidak sesuai dengan standar beras premium yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini membuat sebagian besar produsen enggan mendistribusikan produk.

“Apa masalahnya? Kami dalami kenapa tidak mau mengisi lagi. Mereka bilang, ‘Kami takut Pak nanti ditangkap’. Kalau uji lab sesuai komposisi, kenapa takut?” ungkapnya.

Baca Juga: Perusahaan dengan SBU Dicabut LPJK Diduga Tetap Raup Proyek Drainase di Kp. Babakan Pocis

Ia menegaskan, selama produsen jujur mencantumkan informasi sesuai komposisi dalam label kemasan, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Kalau sesuai dengan label, perizinan ada, semuanya lengkap, mestinya tidak ada masalah. Jangan takut sendiri menjual yang tidak sesuai komposisi,” tambahnya.

Sebagai alternatif, produsen bisa menjual beras curah, namun tetap harus mengikuti standar yang berlaku.

Baca Juga: SP3 Kasus Lahan RSUD Tigaraksa Dinilai Prematur, BCW-RHB Desak Kejagung Ambil Alih

Satgas Pangan menegaskan langkah hukum baru akan diambil apabila ditemukan adanya kecurangan dari produsen yang menjual beras tidak sesuai aturan.

Halaman:

Tags

Terkini