nasional

Tarif 32 Persen dari AS ke Produk Indonesia, Balas Dendam Trump? Ini Penjelasannya

Jumat, 4 April 2025 | 21:36 WIB
Kenaikan Tarif Impor Indonesia pada 32 Persen Disebut Sebagai Upaya Balas Dendam Trump. (instagram.com/whitehouse)

Baca Juga: Indonesia Berisiko Alami Resesi Setelah Tarif Impor Naik 32 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?

"Negara kita dan pembayar pajaknya telah dirugikan selama lima dekade. Tapi itu tidak akan terjadi lagi," ujar Trump dalam pernyataannya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Bhima memprediksi bahwa tarif 32 persen dari AS dapat memicu perlambatan ekonomi, khususnya pada kuartal IV tahun 2025. 

Ia menambahkan, volume ekspor Indonesia ke AS kemungkinan besar akan turun drastis, terutama pada sektor industri padat karya.

Baca Juga: Wasiat Terakhir Ray Sahetapy: Ingin Dimakamkan di Palu, Namun Sementara Beristirahat di Tanah Kusir

Beberapa risiko yang diidentifikasi antara lain:

- Sektor otomotif dan elektronik terancam, karena harga produk menjadi tidak kompetitif di pasar AS.

- Potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), akibat penurunan pesanan dari luar negeri dan kesulitan mengalihkan produksi ke pasar domestik.

- Penurunan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,08 persen, sebagai dampak dari merosotnya ekspor produk tekstil dan garmen.

"Begitu tarif naik, brand global akan mengurangi pemesanan dari Indonesia. Sementara pasar domestik bisa diserbu produk dari Vietnam, Kamboja, dan China," ujar Bhima.

Baca Juga: Viral di Indonesia: Tren Gambar Gaya Ghibli di ChatGPT Bikin Hayao Miyazaki Merasa Terhina

Dengan meningkatnya tensi perdagangan global, pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga daya saing industri nasional. 

Dibutuhkan strategi konkret guna mempertahankan pangsa ekspor, membuka pasar alternatif, serta memperkuat permintaan domestik.

Langkah diplomasi ekonomi dan penguatan kebijakan industri lokal menjadi kunci agar Indonesia tidak terseret dalam gelombang perang dagang yang bisa berdampak jangka panjang. (***)

Halaman:

Tags

Terkini