nasional

Viral di Indonesia: Tren Gambar Gaya Ghibli di ChatGPT Bikin Hayao Miyazaki Merasa Terhina

Jumat, 4 April 2025 | 11:49 WIB
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT. (instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

Bidiktangsel.com — Fitur terbaru dari OpenAI, yakni generator gambar bergaya Studio Ghibli di ChatGPT-4o, tengah menjadi tren hangat di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna memanfaatkan kecanggihan AI ini untuk mengubah swafoto, hewan peliharaan, hingga tokoh publik menjadi versi animasi ala Studio Ghibli yang ikonik.

Namun di balik popularitas tren ini, muncul kritik tajam dari salah satu pendiri Studio Ghibli sendiri, Hayao Miyazaki.

Baca Juga: OpenAI Terancam Dihantui Gugatan Hukum, Studio Ghibli Dinilai Punya Dasar Kuat Gunakan UU Hak Cipta AS

Sang maestro animasi asal Jepang tersebut secara terbuka menyatakan ketidaksenangannya terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia seni.

Miyazaki dikenal sebagai sosok yang teguh mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam berkarya.

Ia menilai bahwa penggunaan AI untuk menciptakan karya seni merupakan bentuk pelecehan terhadap kehidupan dan kreativitas manusia.

Baca Juga: Halal Bihalal di Hari Pertama Kerja, Wamendagri Ingatkan ASN untuk Tepat Waktu

"Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini ke dalam karya-karya saya. Bagi saya, teknologi AI adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni," ujar Miyazaki dalam pernyataannya, Jumat (4/4/2025).

Penolakan Miyazaki terhadap teknologi AI bukanlah hal baru.

Pada tahun 2016, ia pernah menghadiri presentasi dari laboratorium AI milik Dwango yang menampilkan animasi makhluk tanpa kepala—hasil generasi algoritma.

Bukannya terkesan, Miyazaki justru merasa terganggu dan menyebut para pengembang AI tidak memahami nilai kemanusiaan dalam seni.

Baca Juga: Penerimaan Zakat di Tangsel Meningkat Lima Kali Lipat Jelang Idul Fitri 1446 H

Tren gambar Ghibli buatan AI kini juga memicu perdebatan soal hak kekayaan intelektual. Di Jepang, memang terdapat celah hukum yang memperbolehkan pemanfaatan karya seni sebagai data pelatihan AI untuk mendukung inovasi.

Halaman:

Tags

Terkini