Baca Juga: Pemkot Tangsel Gelar Salat Idulfitri 1446 H di Masjid Al Ithishom
Namun, para pakar hukum memperingatkan bahwa jika hasil akhir dari AI terlalu menyerupai karya yang dilindungi hak cipta, maka bisa saja terjadi pelanggaran hukum.
Lebih dari sekadar polemik legalitas, Miyazaki melihat tren ini sebagai ancaman terhadap makna seni itu sendiri.
Baginya, seni tidak semata-mata tentang hasil visual yang memikat, melainkan tentang refleksi dari emosi, pengalaman, dan jiwa manusia—sesuatu yang menurutnya tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin.
Baca Juga: Maknai Idulfitri di Tangsel, Pilar: Saatnya Menguatkan Silaturahmi, Mengokohkan Kebersamaan
Dengan semakin berkembangnya teknologi AI dalam dunia kreatif, pernyataan Hayao Miyazaki menjadi pengingat penting bahwa tidak semua inovasi selalu mendapat tempat di hati para seniman sejati. (***)
Artikel Terkait
Situasi Kamtibmas Malam Takbiran 2025 di Banten: Forkopimda dan Kapolri Pantau 843 Titik Keamanan
Gubernur Banten Andra Soni Gelar Open House Idul Fitri 1446 H, Warga Antusias Hadiri Halal Bihalal
Wakil Gubernur Banten Melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 H di Masjid Agung Ar Rahman Pandeglang
Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Lapangan Tiga Berlian, Ciater Serpong: Sebuah Refleksi dan Syukur
Gubernur Banten Apresiasi Petugas Kesehatan yang Bertugas di Hari Raya Idul Fitri 1446 H