Baca Juga: Masjid Agung Discovery Residences Resmi Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Kegiatan Sosial Warga
Bahkan, di beberapa wilayah, harga gabah di tingkat penggilingan lebih tinggi dari Rp6.500 per kilogram.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengawasan ketat di daerah.
Ia meminta keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, kepolisian, dan dinas pertanian, untuk memastikan harga gabah tetap stabil dan tidak dimanipulasi oleh spekulan.
“Di setiap kabupaten ada Dandim dan kepolisian. Saya minta mereka ikut mengawasi agar tidak ada permainan harga yang merugikan petani. Jangan sampai mereka dirugikan dengan berbagai alasan teknis seperti kadar air atau rendemen,” tegasnya.
Baca Juga: Tangsel Night Market Hadir, Kawasan Kuliner dan Hiburan Baru di BSD
Di akhir arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia semakin dekat dengan target swasembada pangan.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengklaim pencapaian ini, tetapi lebih fokus pada hasil nyata di lapangan.
“Kita tidak perlu banyak gembar-gembor. Yang penting produksi cukup dan pengolahan berjalan baik,” pungkasnya.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam telekonferensi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: PWI Umumkan Nomine Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, Hadiah Rp 100 Juta untuk Pemenang
Dengan kebijakan yang tegas dan strategi yang terarah, Indonesia semakin mendekati swasembada beras yang telah lama menjadi cita-cita bangsa.
(***)