nasional

Tetangga Dianggap Tak Peduli, Bocah 10 Tahun di Nias Alami Kekerasan hingga Patah Tulang

Jumat, 31 Januari 2025 | 15:16 WIB
Ilustrasi bocah mengalami kekerasan hingga cacat permanen. (Freepik/master1305).

Baca Juga: Aturan Membawa Powerbank di Pesawat: Panduan Lengkap untuk Penumpang

"Hasil visum untuk bagian kaki belum keluar, mohon waktu," tambah Ferry.

Dalam unggahan viral di Facebook melalui akun Lider Giawa, korban mengungkapkan bahwa kakinya diinjak oleh pamannya sebelum kemudian dipatahkan oleh tantenya.

"Saat kejadian, mulutnya ditutup dengan kain, lalu tantenya dengan sengaja mematahkan kakinya," tulis Lider Giawa.

Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di UPDT Puskesmas, Kecamatan Lolowau, Nias Selatan.

Baca Juga: Respon Permintaan Tambahan Anggaran MBG Rp100 Triliun: Dorongan Besar bagi UMKM dan Petani Lokal

Kapolres AKBP Ferry Mulyana Sunarya mengungkapkan bahwa N mengalami trauma mendalam dan sempat enggan berbicara saat diperiksa.

"Saat dievakuasi dari rumahnya, korban digendong karena tidak bisa berjalan," jelasnya.

N diketahui tinggal bersama kakeknya sejak usia tiga tahun akibat perceraian kedua orang tuanya.

"Ayahnya pergi ke Aceh, sedangkan ibunya ke Medan, namun tidak diketahui keberadaannya," tambah Ferry.

Baca Juga: Ketua PWI Sulsel Tegak Lurus Satu Komando, Siap Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin

Polres Nias Selatan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Masyarakat setempat berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran tetangga dan masyarakat dalam melaporkan tindakan kekerasan terhadap anak.

Meski awalnya dianggap abai, langkah cepat warga membawa N ke puskesmas menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih ada. (***)

Halaman:

Tags

Terkini