Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 kepada seluruh gubernur di Jakarta.
Penyerahan ini menandai dimulainya pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yang dirancang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pembangunan nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Baca Juga: Kanwil DJP Banten dan Uniba Perkuat Kerja Sama Tax Center, Adakan Seminar Nasional Perpajakan
Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak, termasuk Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam menyusun APBN 2025.
"APBN adalah instrumen penting dalam melindungi masyarakat, mendukung perekonomian, dan menjaga stabilitas negara. Kita bersyukur Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, di tengah guncangan global," ujar Sri Mulyani.
APBN 2025 disusun dengan total belanja negara sebesar Rp3.621,3 triliun, meningkat 8,9% dibandingkan APBN 2024. Rincian anggaran meliputi:
Baca Juga: Pemprov Banten Dorong Pengembangan Produksi Bawang Merah untuk Stabilitas Pangan dan Inflasi
Belanja Pemerintah Pusat: Rp2.714 triliun, difokuskan pada program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, dan infrastruktur.
Transfer ke Daerah: Rp999 triliun, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di tingkat lokal.
Beberapa program unggulan yang telah dialokasikan dalam APBN 2025 antara lain pemberian makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah unggulan, serta pengembangan lumbung pangan nasional.
APBN 2025 merupakan anggaran pertama dalam pemerintahan hasil Pemilu 2024. Dalam penyusunannya, pemerintah berkolaborasi dengan presiden terpilih untuk memastikan program prioritas dapat terakomodasi secara optimal.
Baca Juga: ICCF 2024 Hadir di Tangsel: Festival Kreatif dengan Ide, Inovasi, dan Kolaborasi
Fokus utama mencakup stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, serta pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.
Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas APBN di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan dinamika ekonomi.