nasional

Penurunan Permukaan Tanah Jakarta Mengancam Kualitas Air

Selasa, 14 November 2023 | 11:42 WIB
Jawaban pada tahun 2019 lalu sungai Bengawan Solo mengalami kerusakan ekosistem, penurunan kualitas air, penurunan kadar oksigen, dan munculnya berbagai penyakit pada penduduk sekitar (Pixabay)

Jakarta, 14 November 2023 - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa permukaan tanah di Jakarta turun antara 0,04 hingga 6,3 cm per tahun di wilayah cekungan air tanah (CAT) pada 2015-2022.

Kondisi tersebut menyebabkan air tanah Jakarta menjadi terkontaminasi.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengatakan pihaknya melakukan penelitian dan pengukuran permukaan tanah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah CAT di Jakarta bisa dikatakan sudah rusak.

Baca Juga: KPU Tetapkan Tiga Pasangan Capres-Cawapres untuk Pilpres 2024

"Jakarta itu kerusakan sudah berdampak terhadap lingkungan, ada kontaminasi, baik antara air akuifer yang di atas dan bawah sudah mulai bercampur, atau sudah alami penurunan di permukaannya," ujar Wafid saat konferensi pers, di Gedung Kementerian ESDM, Senin (13/11).

Penurunan permukaan tanah disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan.

Hal ini diperparah dengan kondisi geologi Jakarta yang terdiri dari lapisan tanah yang mudah tererosi.

Kondisi tersebut menyebabkan air tanah Jakarta menjadi terkontaminasi. Hal ini disebabkan oleh pencampuran air tanah yang berasal dari lapisan tanah yang berbeda.

Baca Juga: Nitrackers 2023 Sukses Hibur Ribuan Penonton

Air tanah yang berasal dari lapisan tanah bawah biasanya mengandung kadar garam yang tinggi.

Sementara air tanah yang berasal dari lapisan tanah atas biasanya mengandung kadar organik yang tinggi.

Pencampuran kedua jenis air tanah tersebut dapat menyebabkan air tanah menjadi tidak layak konsumsi.

Untuk mencegah kerusakan dan penurunan permukaan tanah lebih lanjut, pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 291.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Standar Penyelenggaraan Persetujuan Penggunaan Air Tanah.

Halaman:

Tags

Terkini