Kerumunan Dinilai Jadi Tekanan
Secara terpisah, Kepala Desa setempat, Sutrisno menilai kerumunan warga di lokasi turut memberikan tekanan psikologis bagi ARM saat berada di puncak tower.
Sutrisno menuturkan, pada insiden itu, ribuan warga sempat berkumpul hingga menyebabkan kemacetan panjang.
"Banyak yang nonton, waduh itu ribuan yang nonton sampai macet," ujar Sutrisno di lokasi kejadian, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Kamis, 23 April 2026.
Diduga Frustasi Akibat Putus Cinta
Muncul dugaan motif di balik aksi nekat ARM, yakni terkait masalah pribadinya terkait hubungan asmaranya yang kandas.
Terkait hal itu, Sutrisno memberikan jawaban singkat yang mengarah pada isu masalah dalam hubungan asmara yang dialami ARM.
"(Hubungan) diputus," jawab Sutrisno.
Hingga kini, pihak berwenang dilaporkan telah memutuskan untuk memindahkan ARM ke kantor Dinas Sosial Sidoarjo untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Terlebih, otoritas setempat tengah melakukan koordinasi untuk memfasilitasi pemulangan pemuda di Sidoarjo tersebut ke pihak keluarga.***
Artikel Terkait
Kemnaker Salurkan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumatera Utara dan Aceh
Menaker: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Jemaah Haji Kloter Pertama Tangsel, Benyamin Pastikan Fasilitas dan Pendampingan Optimal
Benyamin Dorong Kelompok Rentan Ini Tetap Sehat, Aktif dan Produktif
Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027