Menaker juga menegaskan bahwa manfaat program ini dirancang agar benar-benar dirasakan peserta. Mereka memperoleh pelatihan gratis, makan siang selama pelatihan, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu.
“Dukungan ini penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan lebih fokus tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menyampaikan bahwa pelatihan vokasi ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menjamin pelaksanaan yang transparan, inklusif, dan non-diskriminatif, proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub, sehingga prosesnya lebih transparan dan mudah dipantau.
Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan industri, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja di Indonesia.
Biro Humas Kemnaker
Artikel Terkait
Penangkapan Pelaku Begal dan Pembacokan Jalan Halmahera Semarang, Diamankan Polisi di Konter HP saat Kabur ke Magelang
Musrenbang RKPD Tangsel 2027 Dorong Integrasi SDM dan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi
Musrenbang RKPD 2027 Tangsel Dorong Integrasi SDM dan Ekonomi Daerah Berbasis Teknologi
RKPD 2027 Tangsel Fokus Infrastruktur, Teknologi, dan Sampah PSEL
Ciputat Borong Prestasi, Sawah dan Cipayung Raih Penghargaan Musrenbang Terbaik Tangsel 2027