Bidiktangsel.com - Sebagian orang meyakini, upaya dalam menjaga kebersihan menjadi langkah yang baik untuk melestarikan lingkungan di sekitarnya.
Meski begitu, terdapat segelintir oknum yang belum mengindahkan upaya tersebut hingga akhirnya justru mencemari lingkungan.
Kebiasaan buruk itu kini tampak dari beredarnya video viral yang menunjukkan adanya tumpukan sampah hingga bikin warga resah.
Pasalnya, tumpukan sampah itu diduga menutupi akses jalan kampung Bojongwaru, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.
Dalam unggahan Instagram @bewara_pengalengan, pada Senin, 30 Maret 2026, warga setempat mengeluhkan adanya tumpukan tersebut yang berada persis di tengah jalan.
"Warga kampung Bojongwaru, Desa Margamulya, geram dengan para pelaku yang tidak bertanggung jawab hingga sebabkan pencemaran lingkungan," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Tumpukan sampah yang berserakan di jalan desa Margamulya, Pangalengan itu diduga akibat ulah oknum yang berasal dari kampung lain.
Sebagian publik pun menyoroti penuturan pengunggah video di lokasi atas insiden yang dinilai mencemari lingkungan di Pangalengan tersebut. Begini katanya.
Baca Juga: Mimpi Besar Garuda dari Banten: Liga 4 Piala Gubernur Resmi Digelar
Sampah Menumpuk di Tengah Jalan
Berdasarkan laporan di lapangan, kejadian bermula saat sejumlah warga mendapati tumpukan sampah yang berserakan di tengah jalan desa Margamulya, Pangalengan.
"Buang sampah kok di tengah jalan, bagaimana ini," ungkap pengunggah video di lokasi.
Pria lain juga tampak mengutarakan keluh kesahnya usai melihat tumpukan sampah yang berserakan di lokasi kejadian
Artikel Terkait
Andra Soni: Diaspora Banten Harus Jadi Motor Penggerak Sosial Ekonomi di Banten
Cerita Korban Kebakaran di Cianjur, Rumah Tetangga Runtuh Usai Dentuman: Kejadiannya Cepat, Nggak Ada Hitungan Menit
Momen Ultah Mendiang Vidi Aldiano: Unggahan Haru Enzy Storia hingga Doa Bersama Keluarga dan Penggemar di Makam
Viral Mobil MBG Digunakan untuk Buang Sampah yang Berujung Pembekuan SPPG di Nabire oleh BGN
Antusiasme Masyarakat Tinggi, Seskab Teddy Sebut Bazar Rakyat di Monas Dihadiri 200 Ribu Orang