Iran Buka Suara Usai Serangan Israel-AS, Dubes: Komunikasi dengan Indonesia Terbuka, Soal Mediasi Belum Bisa Dipastikan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 2 Maret 2026 | 19:17 WIB
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sejumlah tokoh penting Iran
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sejumlah tokoh penting Iran

JAKARTA, 2 Maret 2026 – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar konferensi pers khusus menyusul serangan yang disebut sebagai “serangan pengecut” oleh rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Senin (2/3/2026).

Agenda ini digelar sebagai respons resmi atas eskalasi konflik yang diklaim telah menyebabkan gugurnya sejumlah pejabat tinggi Iran.

Dalam pernyataannya, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Baca Juga: Dialog Parkir Berbayar Memanas, Dishub Tangsel Tunda Operasional di Pamulang Permai

“Situasi ini sangat menyedihkan bagi bangsa kami. Kami mengecam keras tindakan agresi tersebut,” ujar Boroujerdi di hadapan awak media.

Komunikasi dengan Indonesia Terbuka
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan langkah diplomatik atau mediasi, Boroujerdi menyatakan bahwa komunikasi antara Iran dan Indonesia tetap terbuka.

“Berbicara dengan pihak Iran tentu memungkinkan. Komunikasi dan perbicaraan dapat dilakukan. Apabila dua pihak, Iran dan Indonesia, ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan dan situasi terkini di Iran, hal tersebut aman dan mungkin dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga: Dialog Warga–Dishub Berujung Pembatalan Parkir Berbayar di Pamulang Permai I

Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan apakah upaya mediasi dapat membuahkan hasil konkret dalam situasi saat ini.

“Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa memberikan jawaban dan tidak tahu apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak. Dalam situasi seperti ini, mungkinkah mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” tegasnya.

Soroti Rekam Jejak Gencatan Senjata

Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan terkait kemungkinan gencatan senjata dan efektivitas kesepakatan damai di tengah konflik yang terus memanas. Boroujerdi menyinggung pengalaman sebelumnya terkait pelanggaran kesepakatan.

Baca Juga: Warga Pamulang Permai I Tolak Parkir Berbayar, Geruduk Lobby Pemkot Tangsel

“Selama ini, setiap kesepakatan atau gencatan senjata sering kali dilanggar. Itu menjadi tantangan besar dalam membangun kepercayaan,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X