Polres Tangsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Anak di SMPN 19

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 31 Desember 2025 | 21:10 WIB
Pengungkapan kasus disampaikan langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., dalam rilis akhir tahun 2025
Pengungkapan kasus disampaikan langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., dalam rilis akhir tahun 2025

Serpong, bidiktangsel.com - Polres Tangerang Selatan secara resmi menghentikan penyelidikan dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, setelah memastikan penyebab meninggalnya korban bukan akibat tindak kekerasan, melainkan penyakit tumor otak yang diderita almarhum.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., dalam rilis akhir tahun 2025 yang digelar di Mapolres Tangsel, Rabu (31/12/2025). 

Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakapolres Kompol Muchammad Tri Yandi Permana, S.I.K., M.A., Kasat Reskrim AKP Wira Graha Setiawan, S.Tr.K., CBA., serta Kasi Humas AKP Muhammad Agil Sachril, S.H.

Baca Juga: PVMBG Catat 23 Kali Gempa Bumi dalam 2 Jam di Bener Meriah, Warga Berbondong-bondong Cari Tempat Aman

Kapolres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum M.H., siswa laki-laki berusia 12 tahun yang meninggal dunia pada 16 November 2025. Ia menegaskan, rilis ini disampaikan sebagai bentuk transparansi kepolisian menyusul viralnya unggahan di media sosial terkait dugaan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Polres Tangsel telah melakukan penyelidikan secara profesional, komprehensif, dan berbasis scientific investigation dengan melibatkan ahli medis serta ahli pidana,” ujar AKBP Victor dalam keterangannya.

Kasus ini bermula dari peristiwa yang diduga terjadi pada 20 Oktober 2025 di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, dengan terduga seorang siswa laki-laki berusia 13 tahun yang merupakan teman sekelas korban.

Baca Juga: Dipercaya Hadirkan Keberuntungan hingga Jodoh, Begini Aturan Makan 12 Anggur di Bawah Meja saat Tahun Baru

Berdasarkan laporan informasi Satreskrim Polres Tangsel Nomor LI/143/XI/RES.1.24./2025/Satreskrim tertanggal 10 November 2024 serta unggahan media sosial yang viral pada November 2025, kepolisian kemudian melakukan pendalaman kasus.

Hasil penyelidikan menunjukkan korban sempat menjalani perawatan medis di Klinik Mata Ophthalmikya dan RS Permata Pamulang pada 23–24 Oktober 2025.

Pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI di RS Fatmawati menemukan adanya tumor di otak kecil yang berdampak pada saraf mata korban. 

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Bailey dan Operasional Personil TNI di Kawasan Terdampak Bencana Dibiayai oleh Negara

Kondisi korban terus memburuk hingga dirawat di ruang PICU pada 9 November 2025 dan akhirnya meninggal dunia dengan diagnosis tumor pada batang otak.

Dari keterangan saksi di sekolah, terungkap adanya kontak fisik ringan saat terduga melintas di belakang korban hingga tangan mengenai kepala korban dan membentur meja. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X