Serpong, bidiktangsel.com - Polres Tangerang Selatan secara resmi menghentikan penyelidikan dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, setelah memastikan penyebab meninggalnya korban bukan akibat tindak kekerasan, melainkan penyakit tumor otak yang diderita almarhum.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., dalam rilis akhir tahun 2025 yang digelar di Mapolres Tangsel, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakapolres Kompol Muchammad Tri Yandi Permana, S.I.K., M.A., Kasat Reskrim AKP Wira Graha Setiawan, S.Tr.K., CBA., serta Kasi Humas AKP Muhammad Agil Sachril, S.H.
Kapolres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum M.H., siswa laki-laki berusia 12 tahun yang meninggal dunia pada 16 November 2025. Ia menegaskan, rilis ini disampaikan sebagai bentuk transparansi kepolisian menyusul viralnya unggahan di media sosial terkait dugaan kekerasan di lingkungan sekolah.
“Polres Tangsel telah melakukan penyelidikan secara profesional, komprehensif, dan berbasis scientific investigation dengan melibatkan ahli medis serta ahli pidana,” ujar AKBP Victor dalam keterangannya.
Kasus ini bermula dari peristiwa yang diduga terjadi pada 20 Oktober 2025 di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, dengan terduga seorang siswa laki-laki berusia 13 tahun yang merupakan teman sekelas korban.
Berdasarkan laporan informasi Satreskrim Polres Tangsel Nomor LI/143/XI/RES.1.24./2025/Satreskrim tertanggal 10 November 2024 serta unggahan media sosial yang viral pada November 2025, kepolisian kemudian melakukan pendalaman kasus.
Hasil penyelidikan menunjukkan korban sempat menjalani perawatan medis di Klinik Mata Ophthalmikya dan RS Permata Pamulang pada 23–24 Oktober 2025.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI di RS Fatmawati menemukan adanya tumor di otak kecil yang berdampak pada saraf mata korban.
Kondisi korban terus memburuk hingga dirawat di ruang PICU pada 9 November 2025 dan akhirnya meninggal dunia dengan diagnosis tumor pada batang otak.
Dari keterangan saksi di sekolah, terungkap adanya kontak fisik ringan saat terduga melintas di belakang korban hingga tangan mengenai kepala korban dan membentur meja.
Artikel Terkait
Harga Beras Melonjak, Mendagri Minta Makan Sagu — PKN: Pemerintah Sedang Krisis Empati
Sapras Sekolah Perwira Prajurit Karier TNI di Serpong Diresmikan, Menhan Tegaskan Regenerasi Kekuatan TNI
PGI Kota Bogor Targetkan Emas Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jawa Barat 2026
Polres Tangsel Ungkap Kasus, Lalai K3, Pabrik Obat Tradisional di Tangsel Meledak
Tutup Tahun 2025, Pemkot Tangsel Pastikan Pembersihan Sampah di Titik Kritis Tuntas