Serpong, bidiktangsel.com – Kepolisian Resor Tangerang Selatan menetapkan dua pimpinan PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) sebagai tersangka dalam kasus ledakan pabrik obat tradisional di kawasan Pondok Aren.
Penetapan tersebut diumumkan dalam konferensi pers akhir tahun 2025 yang digelar di Mapolres Tangerang Selatan, Rabu (31/12/2025).
Dua tersangka masing-masing berinisial E.B.B.N. (54) selaku Direktur perusahaan dan S.W. (32) selaku Kepala Mesin Ekstraksi.
Baca Juga: PGI Kota Bogor Targetkan Emas Kirim Tiga Atlet ke Porprov Jawa Barat 2026
Keduanya dinilai lalai dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga menyebabkan ledakan yang menimbulkan kerugian besar.
Konferensi pers tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kapolres Tangsel AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Kompol Muchammad Tri Yandi Permana, S.I.K., M.A., Kasat Reskrim AKP Wira Graha Setiawan, S.Tr.K., CBA., serta Kasi Humas AKP Muhammad Agil Sachril, S.H.
Ledakan Dipicu Uap Etanol
Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan, ledakan terjadi pada 8 Oktober 2025 di pabrik PT Natura Nuswantara Nirmala yang berlokasi di Jalan Jombang Raya No. 18 B, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Puslabfor Polri, cairan dalam mesin ekstraksi mengandung etanol yang berubah menjadi uap.
Penumpukan uap tersebut meningkatkan konsentrasi hingga mencapai titik jenuh dan memicu reaksi eksotermis, menyebabkan kenaikan suhu ekstrem yang berujung ledakan.
Temuan ini diperkuat melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode GC-FID.
Mesin Beroperasi Tanpa Pengawasan
Penyidikan mengungkap fakta krusial bahwa mesin ekstraksi dioperasikan 24 jam nonstop, sementara jam kerja karyawan hanya berlangsung pukul 08.00–17.00 WIB. Di luar jam kerja tersebut, tidak ada operator maupun pengawas yang bertugas.
Artikel Terkait
Antisipasi KLB Penyakit Pascabanjir, Eks Ketum PB IDI Ingatkan Pelayanan Kesehatan Harus Dekat dengan Posko Pengungsian
Sebulan Diterjang Banjir Bandang, Momen Bocah Desa Babo Aceh Tamiang Minta Baju dan Selimut ke Relawan
Hujan Deras Sebabkan Sebagian Kalsel Diterjang Banjir Bandang, Pemprov Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem
Sebagian Warga Tamiang Hulu Masih Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai untuk Mencuci Peralatan Makan
Warga Gayo Lues Beri Durian dan Manggis untuk TNI yang Kirim Bantuan Logistik: Jumlahnya Banyak Sekali