Curhat Ibu di Aceh Tamiang Beri Makan Bayi Mi Instan Akibat 11 Hari Terjebak Banjir: Sehat-Sehat Anakku

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:50 WIB
Tangkapan layar saat seorang ibu korban banjir di Aceh Tamiang terpaksa memberi mi instan anaknya selama 11 hari berturut-turut karena bahan makanan yang terbatas. (TikTok/rindumajalina)
Tangkapan layar saat seorang ibu korban banjir di Aceh Tamiang terpaksa memberi mi instan anaknya selama 11 hari berturut-turut karena bahan makanan yang terbatas. (TikTok/rindumajalina)

Bidiktangsel.com - Di tengah peristiwa banjir yang telah terjadi di Aceh Tamiang, sebuah potret kemanusiaan yang menyayat hati muncul ke permukaan.

Seorang ibu membagikan kisah perjuangan keluarganya yang harus bertahan hidup di tengah keterbatasan akses pangan yang layak bagi anak-anak mereka yang masih balita.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya @rindumajalina yang dikutip pada Sabtu, 20 Desember 2025, warga terdampak banjir tersebut mengungkap kenyataan pahit yang harus ia jalani.

Baca Juga: Dokter Gigi Jessica Freddy Speak Up soal Dugaan KDRT, dari Trauma Psikologis hingga Masalah saat Proses Perceraian

Demi mengganjal perut anak-anaknya, ia terpaksa memberikan asupan pangan yang jauh dari kata ideal untuk usia pertumbuhan.

Kondisi darurat yang telah berlangsung selama lebih dari satu pekan membuat stok makanan bergizi kian menipis atau sulit didapat.

Dampaknya, seorang bayi yang baru menginjak usia 10 bulan terpaksa ikut mengonsumsi makanan instan.

"Bayi 10 bulan makan mi instan selama 11 hari," tulis akun @rindumajalina dalam keterangan videonya.

Bagi banyak orang, mi instan mungkin hanya makanan selingan, namun bagi warga yang terisolasi banjir di Aceh Tamiang ini, mi instan menjadi satu-satunya penyambung nyawa yang tersedia selama 11 hari berturut-turut.

Baca Juga: Tangis Haru Wanita di Sibolga Temukan Jasad Orang Tua Usai 2 Minggu Tertimbun Longsor: Sekalipun Cuma Bangkainya Saja

Tidak ada pilihan lain yang tersedia bagi sang ibu selain memberikan apa yang ada agar anak-anaknya tidak kelaparan.

Di balik unggahan tersebut, tersirat kekhawatiran yang mendalam mengenai kesehatan sang buah hati akibat pola makan darurat ini.

Hingga kini, warga hanya bisa menunggu kapan air akan benar-benar surut dan bantuan pangan bergizi, terutama untuk balita, bisa tersalurkan secara merata.

"Entah sampai kapan, sehat-sehat anakku," pungkasnya dalam kalimat penutup yang penuh harapan. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X