Baca Juga: BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumatera
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang sarat makna sejarah dan kebanggaan.
"Aceh adalah rahim para pejuang, bangsa yang paling sulit ditaklukkan. Bangun Mualem, kalau pemimpin menangis kami masyarakat lemah Mualem," pungkasnya.
Momen ini menjadi cerminan bahwa dalam situasi bencana, dukungan dan ketegaran hati bisa datang dari arah mana saja, membuktikan bahwa jiwa pejuang masyarakat Aceh tetap membara. (***)
Artikel Terkait
Di Balik Dinginnya Banjir Aceh, Kehangatan Hati Bocah Ini Minta Selimut Lebih untuk Ibunda
Dugaan Pemalakan di Bangsring Underwater Banyuwangi, Bus Diancam dan Dilarang Tinggalkan Lokasi Wisata Sebelum Bayar Rp150 Ribu
Momen Kunker Menko Zulhas di Aceh Utara usai Bencana: Susuri Pesisir Pantai, Beri Bantuan Sarung hingga Obat-obatan
Lelah Makan Mi di Pengungsian, Nasi Padang Jadi Hari Raya Bagi Korban Banjir di Aceh Tamiang
Curhat Pengungsi di Aceh Tamiang: Menolak Bantuan Uang, Mengaku Lebih Butuh Mukena untuk Ibadah