Baca Juga: Pelantikan Pejabat Baru di Tangsel: Benyamin Davnie Tekankan Adaptasi Cepat dan Integritas Jabatan
Pernyataan itu mengarah pada kebutuhan menjaga momentum pertumbuhan agar kondisi sosial tetap stabil dan tidak menimbulkan gejolak yang bisa menghambat agenda pembangunan.
Filosofi ‘Sumitronics’ sebagai Fondasi Program Pemerintah
Menkeu menjelaskan bahwa kerangka kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan bersandar pada tiga pilar pembangunan yang digagas ekonom nasional Sumitro Djojohadikusumo, yang juga merupakan ayah dari Presiden Prabowo Subianto.
“Dia buat tiga pilar pembangunan ekonomi Indonesia yang bagus katanya,” ucap Purbaya.
Baca Juga: BMM Lanjutkan Program Ekspedisi Palestina Jelang Musim Dingin
“Yang pertama harus ada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Yang kedua ada pemerataan manfaat pembangunan. Yang ketiga stabilitas nasional yang dinamis,” tuturnya.
Tiga pilar tersebut, kata Purbaya, akan menjadi rujukan dalam setiap program ekonomi baik yang bersifat struktural maupun populis.
Injeksi Rp200 Triliun ke Perbankan untuk Percepat Ekonomi
Purbaya kemudian membeberkan langkah konkret yang diambil di awal masa jabatannya dan menyebut telah menempatkan dana besar ke sektor perbankan untuk mendorong stimulus ekonomi.
Baca Juga: Tangsel Art Festival 2025 Resmi Dibuka! Dekranasda Hadirkan Ruang Besar bagi UMKM dan Pelaku Seni
“Saya masukkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia uang saya uang pemerintah ke perbankan itu akan menciptakan stimulus di perbankan,” ujarnya.
Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya mengelola ekspektasi publik sambil memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar berdampak.
“Saya manage ekspektasi dengan tindakan riil dan memonitor hasilnya di lapangan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Tangsel Gagal Lindungi Anak: Predikat KLA Dipertanyakan di Hari Anak Sedunia
Pelatihan Kompetensi Guru Sains untuk Tingkatkan Mutu Pengajaran
Siap-siap! Dekranasda Tangsel Art Festival 2025 Bakal Digelar
Pemkot Tangsel dan DPRD Setujui Bersama Raperda Pasar Rakyat dan APBD 2026 Jadi Perda
Pilar Buka Festival Literasi Blandongan Tangsel: Mari Kita Gerakkan Budaya Membaca dari Rumah