Gubernur Kambu menilai video viral tersebut sebagai upaya pembentukan opini negatif yang tidak berdasarkan fakta. Ia menyatakan bahwa video tersebut tidak berasal dari Pulau Gag, dan kemungkinan diambil dari lokasi lain.
"Jadi, pemberitaan itu adalah hoaks. Kita pastikan video itu bukan dari Pulau Gag, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil di mana, kita tidak tahu," lanjutnya.
Disinformasi seperti ini dinilai berpotensi memicu keresahan publik dan merusak reputasi daerah serta dunia usaha yang telah menjalankan prinsip keberlanjutan.
Baca Juga: Dua Pendemo Mengaku Mahasiswa Unpam Dituding Intimidasi Wartawan Saat Aksi di Tangsel
Peran Pemerintah dan Media dalam Menangkal Hoaks Lingkungan
Klarifikasi langsung dari pejabat pemerintah daerah menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum penyebaran, terutama di era digital di mana hoaks dapat menyebar luas hanya dalam hitungan menit.
Pemerintah mengajak masyarakat dan media untuk lebih kritis dan mengedepankan jurnalisme berbasis data dalam setiap pemberitaan, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan yang sensitif.
Transparansi Adalah Kunci
Pernyataan tegas Gubernur Papua Barat Daya bahwa “pemberitaan itu hoaks” menjadi penegasan penting terhadap upaya membangun ekosistem informasi yang sehat.
Fakta di lapangan menjadi dasar utama bagi publik untuk menilai, bukan sekadar narasi viral tanpa verifikasi.
Pulau Gag bukan hanya rumah bagi kekayaan tambang, tetapi juga untuk kekayaan hayati dan budaya. Menjaganya, perlu kolaborasi—bukan misinformasi. (***)
Tag SEO: Pemberitaan itu hoaks, hoaks tambang nikel, Pulau Gag Raja Ampat, kerusakan lingkungan Papua Barat Daya, PT Gag Nikel, tambang nikel Antam, klarifikasi hoaks, Bahlil Lahadalia, berita tambang terbaru 2025, reklamasi tambang Indonesia