Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soroti Peran Pers dalam Menjaga Kebudayaan dan Kebenaran di HPN 2025 Banjarmasin

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 9 Februari 2025 | 05:44 WIB
Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang digelar di Banjarmasin
Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang digelar di Banjarmasin

Banjarmasin, bidiktangsel.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir sebagai pembicara utama dalam acara Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang digelar di Banjarmasin, Sabtu (8/2/2025).

Dalam pidatonya, Fadli Zon menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga kebudayaan, literasi, dan narasi kebangsaan.

Baca Juga: Pilar Ajak Warga Dukung Produk Lokal Tangsel di Ajang INACRAFT 2025

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pers, pejabat pemerintah, dan perwakilan organisasi wartawan se-Indonesia.

Fadli Zon menyatakan bahwa pers dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari lisan, aksara, syair, dan tulisan. Prasasti kerajaan hingga berita perjuangan dalam pers nasional menjadi bukti bahwa kata-kata adalah nyawa peradaban kita,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Sengketa Tanah Ahli Waris Vs BMKG: Dari Kemenangan Hingga Gugatan Pidana

Ia juga mengingatkan bahwa banyak tokoh pers Indonesia, seperti Rosihan Anwar dan Jamaluddin Adinegoro, tidak hanya dikenal sebagai jurnalis, tetapi juga sebagai budayawan yang mencintai budaya Indonesia.

“Mereka adalah contoh bagaimana pers dan kebudayaan saling melengkapi,” tambahnya.

Fadli Zon mengungkapkan pengalamannya sebagai mantan wartawan yang memulai karier jurnalistik sejak duduk di bangku SMA. Ia bahkan pernah menjadi redaktur majalah sastra Horison selama 20 tahun.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Instruksikan Pemutaran Lagu Indonesia Raya Dua Kali Sehari

“Saya pernah menjadi bagian dari dunia jurnalistik sejak masih siswa SMA dan mahasiswa. Ini adalah dunia yang sangat saya cintai,” kenangnya.

Di tengah dinamika dunia yang semakin dipenuhi disinformasi dan algoritma, Fadli Zon menegaskan bahwa pers yang bebas dan bertanggung jawab adalah cahaya bagi bangsa.

“Kita dihadapkan pada tantangan bagaimana menjaga kata-kata sebagai penuntun kebenaran. Pers harus tetap menjadi penjaga nurani bangsa,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X