Presiden Prabowo Subianto Kritik Vonis Korupsi Ratusan Triliun, Desak Langkah Tegas dan Naik Banding

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 30 Desember 2024 | 19:56 WIB
 Presiden Prabowo Subianto memberi pengarahan kepada jajaran petinggi pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat acara Musrenbangnas di Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Senin (30/12/2024). ANTARA/HO-Bappenas RI.
Presiden Prabowo Subianto memberi pengarahan kepada jajaran petinggi pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat acara Musrenbangnas di Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Senin (30/12/2024). ANTARA/HO-Bappenas RI.

Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam terhadap vonis ringan yang dijatuhkan kepada pelaku korupsi ratusan triliun rupiah, sebuah isu yang telah menyita perhatian publik. 

Menurut Prabowo, hukuman tersebut dinilai tidak sebanding dengan kerugian negara yang sangat besar dan mengancam kehidupan rakyat Indonesia.

Baca Juga: Respon Presiden Prabowo Subianto Terkait Vonis Korupsi Ratusan Triliun: Seruan untuk Refleksi dan Pembenahan Nasional

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya ketegasan dalam menegakkan hukum. 

“Kalau sudah jelas melanggar, jelas mengakibatkan kerugian triliunan, ya vonisnya jangan terlalu ringan. Rakyat pun tahu, rakyat kecil di pinggir jalan pun paham. Kalau yang dirampok ratusan triliun, lalu dihukum ringan, ini tidak masuk akal,” ujar Presiden Prabowo dalam acara yang disiarkan langsung dari Istana Negara.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta agar pihak terkait, seperti Menteri Hukum dan HAM serta Jaksa Agung, mengambil langkah serius, termasuk mengajukan banding atas vonis tersebut. 

Baca Juga: Kebakaran Kecil di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Berhasil Dipadamkan, Begini Penjelasan Resminya

“Naik banding, ya? Fonisnya harus yang benar-benar memberikan efek jera. Kalau perlu, hukuman seumur hidup atau 50 tahun penjara,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan agar fasilitas di lembaga pemasyarakatan tidak memberikan kenyamanan bagi koruptor. 

“Tolong jangan sampai di penjara mereka menikmati fasilitas seperti AC, kulkas, atau TV. Ini tidak adil bagi rakyat kecil yang menjadi korban korupsi,” tambahnya.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Gelap Cimanggis, Ciputat: Warga Keluhkan Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU)

Pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan kekecewaan masyarakat atas lemahnya penegakan hukum dalam kasus korupsi besar. 

Banyak pihak mendukung sikap tegas ini, mengingat dampak buruk korupsi terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat.

Masyarakat berharap agar lembaga peradilan, kejaksaan, dan lembaga pemasyarakatan dapat bekerja sama untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X