Bandung, bidiktangsel.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa jurnalisme di era kecerdasan buatan (AI) harus tetap menjaga kualitasnya.
Hal ini disampaikan Nadiem dalam sambutannya di pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan Pertama di Bandung.
Nadiem menekankan bahwa disrupsi teknologi bukan alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme.
Baca Juga: Ekonomi Banten Tumbuh 4,81 Persen di Tahun 2023
Justru, jurnalis harus berkompetisi dengan AI dengan mengedepankan integritas, pemikiran kritis, dan hati nurani.
"Kita harus berkompetisi dengan AI sekarang. Kita harus berintegritas, berpikiran kritis, kita harus menulis dengan hati nurani, karena itu yang tidak dimiliki oleh mesin kecerdasan buatan," kata Nadiem.
Nadiem juga mengkritik publikasi media daring yang mengasumsikan pembaca tidak mengetahui informasi dasar.
Ia mencontohkan publikasi The Economist yang menurutnya lebih informatif dan mudah dipahami.
"Setiap orang dijelaskan, bahkan orang tekenal pun dijelaskan siapa dia. Seolah-olah pembaca tidak mengetahui hal itu. Itu adalah standar jurnalisme yang perlu diterapkan, sehingga masyarakat pun naik tingkat literasinya," ujar Nadiem.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat Hendri Ch Bangun mengatakan bahwa SJI merupakan program peningkatan kompetensi dan wawasan jurnalis yang sesuai dengan perkembangan zaman.
SJI diharapkan dapat melahirkan jurnalis yang multitasking, berpikir kritis, berwawasan kebangsaan, dan menjaga integritas.
"SJI adalah ikon dari PWI yang sudah berjalan sejak lama. Pada saat itu, pertama kali diadakan di Palembang tahun 2010 dengan pemberi kuliah pertama Presiden SBY. Untuk kali ini, multitasking jurnalisme menjadi andalan," kata Hendri.
Artikel Terkait
Hak Pilih WBP Tak Boleh Diabaikan: Pemkot Tangerang Fasilitasi Perekaman KTP di Lapas
Evaluasi Kewilayahan: Pemkot Tangerang Fokus Pemantauan Pemilu dan Banjir
Mimpi Ibu Romlah Jadi Nyata: Program Bedah Rumah Tangsel Ubah Hidup Masyarakat
Wali Kota Tangsel Buka Diklat Paskibra: Pesan Penting untuk Generasi Penerus
17 Tahun Setu: Merajut Kebersamaan Menuju Masa Depan Gemilang