Tak Cuma Debat, Pilpres 2024 Arena Menang Tanpo Ngasorake ala Prabowo?

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 23 Januari 2024 | 12:13 WIB
Prabowo Subianto, mengaku banyak belajar dari filosofi Tiongkok dan Jawa yang mengajarkan tentang niat baik akan dibantu.
Prabowo Subianto, mengaku banyak belajar dari filosofi Tiongkok dan Jawa yang mengajarkan tentang niat baik akan dibantu.

Jakarta,bidiktangsel.com - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2, Prabowo Subianto, mengaku banyak belajar dari filosofi Tiongkok dan Jawa yang mengajarkan tentang niat baik akan dibantu oleh semesta alam yang juga turut membawa ke arah yang lebih baik.

"Hobi saya buku, saya baca banyak filsafat inspirasi dari buku-buku pelajaran dari filosofi Tiongkok kuno ada beberapa kalimat luar biasa, ada saatnya bahwa anda tidak bisa melawan alam. Ikuti alam, kalau tujuan kita baik akan membawa ke arah yang baik," ujar Prabowo di hadapan ratusan relawan ETAS (Relawan Erick Thohir Alumni Amerika Serikat For 02) di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2024).

Baca Juga: Tanpa Perang dan Pertikaian, Prabowo Ingin Pimpin Indonesia dengan Suasana Enak dan Harmonis

Prabowo mencontohkan salah satu ajaran filosofi Tiongkok yang berbunyi "One thousand friends too few, one enemy too many" yang berarti lebih baik memiliki banyak teman daripada musuh. Ajaran ini, kata Prabowo, tidak diajarkan di Amerika Serikat yang lebih mengutamakan kemenangan.

"Nah, ini nggak diajarin di Amrik. Di Amrik, mission acomplished and they always teach you, you must win! Berarti ada yang lost," kata Prabowo.

Prabowo juga berpegang teguh pada filosofi Jawa yang mengajarkan akan ‘Menang Tanpa Ngasorake’ yang berarti menang tanpa menjatuhkan atau menyakiti.

"Jadi debat pun gitu kan, kalau mengerti filosofi nenek moyang kita, ada dari jawa orang tua saya ngajarin Menang Tanpo Ngasorake, menang tanpa menyakiti. Nah, itu dijalankan oleh Pak Jokowi. Dia menang, tapi dia tidak mau sakiti saya. Itu Leadership. Menang tanpa menyakiti," jelas Prabowo.

Baca Juga: Tak Cuma Erick Thohir, ETAS Alumni AS Ikut Ngepilih Prabowo Gibran, Alasannya Bikin Kaget!

Prabowo berharap filosofi ini dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemilihan umum 2024. Ia tidak ingin menjadi manusia yang merasa paling bisa.

"Diajarkan falsafah jawa Ojo Rumongso Iso, jangan merasa bisa, tapi kamu harus bisa merasakan. Dengan filosofi ini, kita bisa selesaikan perbedaan pendapat kita selesaikan dengan baik," kata Prabowo.

Prabowo pun berharap siapapun yang menang dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti harus berujung dalam kebaikan.

"Intinya kita harus ke arah kebaikan," tutup Prabowo. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X