Jakarta, bidiktangsel.com - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengeluhkan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang beberapa kali ditolak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Prabowo mengatakan, pengajuan anggaran Kemenhan sempat ditolak karena ada penyesuaian fokus (refocusing) anggaran selama pandemi Covid-19.
Baca Juga: Prabowo Sentil Anies soal Peran Indonesia di Hubungan Internasional
"Saya sudah buat rencana, tetapi yang menentukan termasuk Menkeu. Saya memang sudah jadi Menteri Pertahanan 4 tahun, tetapi kita diganggu oleh Covid-19 selama 2 tahun, di mana terjadi refocusing. Banyak yang kita ajukan tidak disetujui oleh Menteri Keuangan," kata Prabowo dalam debat ketiga capres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).
Meski demikian, Prabowo tidak menjelaskan secara spesifik pengajuan anggaran apa saja yang ditolak oleh Sri Mulyani.
Walau ada penyesuaian, anggaran pertahanan justru melonjak signifikan pada 2023 lalu. Prabowo bahkan mendapat anggaran jumbo Rp70,9 triliun dari pemerintah.
Baca Juga: Prabowo vs Anies Saling Serang di Debat Capres
Nilai itu meningkat 36% dibandingkan total belanja tahun sebelumnya Rp52,1 triliun.
Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi dan Kinerja APBN 2023, Selasa (2/1) lalu, mengungkapkan, anggaran tersebut dialokasikan untuk alat utama sistem senjata (alutsista), sarana dan prasarana dari alat angkut kapal perang. (***)
Artikel Terkait
Posko Kesehatan Dinkes Kota Tangerang Siap Layani Warga Terdampak Banjir
Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Cisadane, Pemkot Tangerang Minta Maaf, Ini Jalur Alternatifnya
Revitalisasi Jembatan Cisadane Rampung, Presiden Jokowi Akan Resmikan
Anies Baswedan Sindir Kemenhan Dibobol Hacker, Sebut Anggaran Rp700 Triliun Tak Tepat Sasaran
Ganjar: IKN Nusantara Pusat Gravitasi, Pertahanan Indonesia Harus Masuk Wilayah 5.0