Jakarta, 8 Januari 2024 - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan saling serang dalam debat capres ketiga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).
Debat kali ini mengangkat tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.
Perseteruan antara Prabowo dan Anies dimulai saat Anies mengkritik kebijakan Kementerian Pertahanan yang membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas.
Baca Juga: Ganjar: IKN Nusantara Pusat Gravitasi, Pertahanan Indonesia Harus Masuk Wilayah 5.0
"Kementerian pertahanan menjadi kementerian dibobol oleh hacker 2023. Ini sebuah ironi dan Rp700 triliun anggaran kementerian pertahan tidak bisa mempertahankan itu," ujar Anies saat debat capres, Minggu (7/1).
Anies juga menyoroti personel militer yang masih belum memiliki rumah dinas.
Ia pun membandingkan Menteri Pertahanan Prabowo yang memiliki lahan lebih dari 340 ribu hektare di republik ini.
"Sementara menterianya memiliki tanah lebih dari 340 ribu hektare di republik ini," kata Anies.
Baca Juga: Anies Baswedan Sindir Kemenhan Dibobol Hacker, Sebut Anggaran Rp700 Triliun Tak Tepat Sasaran
Prabowo pun tak tinggal diam. Ia membantah tudingan Anies soal kepemilikan lahan. Prabowo mengatakan, data yang disampaikan Anies tidak benar.
"Itu pun salah," jawab Prabowo.
Debat keduanya akhirnya berakhir usai moderator mengambil alih.
Debat capres ketiga ini menjadi ajang bagi para capres untuk saling serang dan menyampaikan gagasan mereka untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia di bidang pertahanan dan keamanan. (***)
Artikel Terkait
Kali Angke Meluap, Banjir Rendam Pemukiman di Kelurahan Petir, Tangerang
Kali Angke Perlu Dituntaskan, Pemerintah Pusat Diminta Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Posko Kesehatan Dinkes Kota Tangerang Siap Layani Warga Terdampak Banjir
Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Cisadane, Pemkot Tangerang Minta Maaf, Ini Jalur Alternatifnya
Revitalisasi Jembatan Cisadane Rampung, Presiden Jokowi Akan Resmikan