Tetapi, tak sedikit juga pejabat dan tokoh daerah yang mau bersahabat bersedia dikonfirmasi, dimintai keterangan dan tanggapan dari insan Pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
"Ada Narasumber yang sulit dihubungi, sulit ditemui dan sulit diwawancara oleh wartawan, apalagi memberikan data yang dibutuhkan wartawan. Bahkan tidak sedikit juga nomor kontak wartawan yang diblokir oleh narasumber. Hal itu terungkap dari hasil survey kami.
"Tapi Alhamdulillah tidak sedikit juga narasumber di Kota Tangsel ini yang merespon cepat dan memberikan keterangan, data yang dibutuhkan wartawan, serta cepat menindaklanjuti pemberitaan-pemberitaan yang telah dimuat di media massa baik online, cetak maupun elektronik," sambung Jarkasih.
Jarkasih menuturkan, para penerima penghargaan tidak dipilih secara sembarang. Mereka dipilih dari hasil survei dari puluhan wartawan yang bertugas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
"Dari ratusan nama narasumber yang masuk survey, sejumlah nama mendapatkan rating tinggi. Kemudian hasil survey dikaji lagi lebih mendalam oleh Tim Litbang PWI Tangsel. Dari hasil kajian itu, barulah diputuskan nama-nama yang paling layak menerima penghargaan ini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Tangerang Selatan (Tangsel) Ahmad Eko Nursanto mengatakan, PWI Tangsel Award 2022 ini akan menjadi program rutin setiap periode.
Eko berharap, kolaborasi lintas lembaga antara forkopimda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tetap terbangun.
"Saya berharap kolaborasi lintas lembaga tetap terbangun. Agar pembangunan di Kota Tangerang Selatan dapat menjadi lebih baik dari masa ke masa," ungkap Eko.