Kota Tangsel Targetkan Penurunan Angka Stunting

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 15 Juni 2022 | 22:22 WIB

Benyamin menambahkan bahwa yang sekarang Pemerintah hadapi adalah mengenai prevalensi stunting. Dimana berdasarkan hasil riset dasar tahun 2018, penurunan prevalensi stunting balita di tingkat nasional dari 37,2 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018. Dan diharapkan sesuai dengan perpres nomor 72 tahun 2021, penurunan stunting tahun 2024 dapat menjadi 14 persen.

Sementara di Kota Tangsel sendiri prevalensi stunting mengalami kenaikan 15,39 persen pada tahun 2019 menjadi 19,4 persen pada tahun 2021 dan ditargetkan penurunan stunting sampai dengan tahun 2024 menjadi sebesar 5,9 persen.

Oleh karena itu diperlukan percepatan penurunan stunting dengan membentuk tim percepatan penurunan stunting tingkat kota, kecamatan dan kelurahan di Kota Tangsel. Bahkan RS Serpong Utara kita jadikan RS dengan tematik stunting di Kota Tangsel. ”Mudah mudahan ini dapat membantu kita untuk terus menurunkan angka stunting di Kota Tangsel,” ujarnya.

Sementara Plt. Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Banten Dadi Ahmad Riswandi menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan launching pelayanan KB serentak sejuta akseptor dan juga peluncuran bapak asuh anak stunting dalam rangka hari Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke-29 yang rencananya di tingkat nasional.

”Tingkat nasional akan diselenggarakan di Sumatera Utara, sementara tingkat Provinsi akan digelar di Kota Cilegon,” ujarnya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas bagi pasangan usia subur. Kemudian tujuan khususnya adalah meningkatkan komitmen pemerintah daerah serta mitra kerja program KB.

Selain itu meningkatkan intensifikasi pelayanan KB di fasilitas kesehatan melalui kegiatan momentum layanan sejuta akseptor tahun 2022. Disusul meningkatkan capaian KB baru dan juga menjaga kelangsungan pemakaian kontrasepsi.

”Adapun hasil yang diharapkan adalah, meningkatkan komitmen pemerintah daerah, organisasi klinik, rumah sakit dan organisasi profesi dalam mendukung intensifikasi pelayanan kb dan faskes dalam kegiatan momentum khususnya kb sejuta akseptor. Kemudian meningkatkan capaian dan keberlangsungan pemakaian kontrasepsi,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X