Dari kerjasama dua negara ini, ada beberapa leading-leading sektor. Di antaranya terdapat juga bidang kesehatan, pertahanan, pertanian, pariwisata dan pendidikan. “Dengan adanya AEIIC, para pengusaha Indonesia bisa berkesempatan untuk berinvestasi di negara berjuluk Land of the Khmer,” imbuhnya.
Kepala Bidang Promosi Dan Investasi dua Negara AEIIC Mizz Farhadiba mengatakan pihaknya telah mengirimkan beberapa barang hasil (Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke Negara Kamboja.
“Saya juga membawa barang-barang hasil pelaku UMKM kita untuk bisa Go Internasional. Kemarin seperti Cireng, Basreng sudah di kirim ke Kamboja,” tandasnya.
Dia mengaku bangga dengan hadirnya AEIIC di Tangsel. Namun dia menyayangkan tidak hadirnya Walikota dan ketua DPRD Tangsel di acara peresmian AEIIC ini. Mengingat AEIIC bukanlah asosiasi tingkat provinsi tapi asosiasi tingkat dunia yang menggabungkan kepentingan dua negara, baik di bidang industri, perdagangan, pariwisata dan lainnya. “Saya kebetulan berada di bidang promosi, kita bisa mempromosikan khusunya Banten dan produk-produk asal Banten ke Kamboja dan sebaliknya,” tandasnya.