Anggota Fraksi PKS Tandai Zona Merah di Daerah Rawan Bencana

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 8 Januari 2020 | 09:38 WIB

Setu, bidiktangsel.com – Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan dari daerah pemilihan (dapil) Serpong-Setu Paramitha Messayu meminta aparatur pemerintahan agar menandai zona merah pada daerah rawan bencana di Kota Tangerang Selatan, termasuk Kecamatan Serpong dan Setu. 

Hal itu dia ungkapkan saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD Kota Tangerang Selatan yang satu dapil, Rabu (8/1).  “Terlebih kedua kecamatan ini rawan terdampak dari adannya reaktor nuklir, pipa gas, banjir, longsor,kekeringan dan lain-lain,” ujar Paramitha. 

Menurutnya, peta bencana itu mesti komplit. Pemetaan tersebut, katanya, harus dikoordinasikan dengan komisi II, komisi IV dan OPD untuk menjadi prioritas. “Peta bencana bermanfaat sebagai panduan perencanaan pembangunan pemukiman dan pembangunan penanggulangan bencana, serta sosialisasi terhadap potensi bencana yang bisa terjadi.

Kunjungannya bersama anggota DPRD lainnya tersebut bertujuan untuk memantau kondisi dan mengevaluasi  dampak banjir yang terjadi pada selasa (31/12/2019) di RT 13 RW 005, Kelurahan Kranggan dan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan .

Ketua RW 05 Kelurahan Kranggan menyampaikan bahwa banjir meluap sampai menutupi  atap rumah. Lurah Kranggan, Agus menyampaikan bahwa daerah yang terdampak banjir ini harus direlokasi karena tempatnya yang berdekatan dengan bibir sungai. 

Agus menambahkan, untuk beberapa wilayah Kecamatan Setu ini seharusnya dinyatakan sebagai daerah rawan bencana siaga 1. Ia berharap bisa disiapkan untuk tahap sosialisasi tanggap bencana, penanaman pohon dan normalisasi Sungai Cisadane.

Sementara itu, Lurah Kademangan Anhar yang dikunjungi rombongan mengatakan bahwa di Pesona Serpong luapan air Sungai Cisadane menutupi 250 rumah warga. Menurutnya, dalam jangka panjang perlu adanya pertimbangan untuk merelokasi perumahan ini. Hal ini karena diperlukan waktu dan proses yang cukup lama. Meski demikian, katanya, setidaknya ada langkah awal yaitu pembangunan turab dan sodetan Sungai Cisadane. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X