Setu - Puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi kader kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) menggelar malam Keakraban (MAKRAB) di wisma Puspitek, Muncul, Kecamatan Setu Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (12/10/2019).
Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari tersebut mengangkat tema “Mempertegas Peran Generasi Membangun Kebersamaan dan Kepedulian Dalam Perspektif Kebangsaan".
Semangat kekeluargaan dan rasa memiliki serta tanggung jawab yang begitu besar sebagai sesama anak bangsa menjadi dasar terselenggaranya MAKRAB (malam keakraban) SKAB 2019.
"Sebagai ketua panitia saya bertekad untuk mengubah kultur kaderisasi ala “bentak- bentak” atau semi intimidasi mental dan fisik. Artinya, dalam setiap kegiatan dan proses kaderisasi (termasuk MAKRAB), tidak boleh menonjolkan senioritas, atau lebih tepatnya superioritas angkatan. MAKRAB yang secara ekstrinsik mengandung kata AKRAB harus benar-benar dijalankan tanpa meninggalkan nilai-nilai pembelajarannya," kata Bagus Djoko Ketua Panitia Kegiatan MAKRAB SKAB 2019.
SKAB sebagai Organisasi Kader Kepemudaan berupaya menjadi percontohan bahwa Malam Keakraban harus diadakan dengan bentuk yang harus benar-benar baru.
MAKRAB harus mampu menjadi ruang pertemanan yang solid, berdaya dan efektif sebagai gerakan kaum intelektual muda yang kritis dan kreatif. Bukan sebagai ajang pelonco-peloncoan, bullying atau kaderisasi semi-militer yang kaku.
"MAKRAB SKAB 2019 harus direproduksi sebagai kegiatan positif, pendalaman rasa memiliki, perajut rasa kekeluargaan, ataupun sebagai aktivitas membangun semangat yang mendidik. Tidak boleh ada batas yang kaku antara PANITIA dan PESERTA, karena segan bukan dibangun lewat teriakan nada suara tinggi atau main bentak. PANITIA dan PESERTA mesti dibaur dalam suasana dialog yang nyaman, pola diskusi 2 arah dan mencerahkan sehingga mampu diserap dengan baik." ujar Bagus.