“Nanti pada Pilkada juga tentunya kita harapkan persoalan DPT yang masih bermasalah tidak ada lagi, dan juga sepertinya harus ada aturan baru mengenai peserta atau kontestas yang petahana. Agar kontestas nanti berlangsung secara merata dan adil,” ungkapnya.
Sedangkan dari Golkar sendiri mengatakan berbicara Penilu tentunya ada tiga variabel yang harus dibicarakan. Yaitu Pemilu, Peserta Pemilu, Penyelenggara Pemilu, dan Peserta Pemilu.
Dimana menurutnya dari tiga variabel tersebut memang harus kita evaluasi, agar pada pelaksanaan Pilkada 2020 nanti seluruhnya bisa berlangsung dengan baik dan aspiratif.
“Misalnya dari persoalan penyelenggara Pemilu, kita pertanyakan apakah pada Pemilu 2019 ini sudah berjalan dengan independen? Tapi sepengetahuan kami selama ini sudah berjalan dengan independent. Dan mengenai peserta pemilunya, kami dari Golkar tentunya terus berusaha untuk menyodorkan figur terbaik dari kami untuk menjadi pilihan masyarakat. Ini yang harus kita tata lebih baik lagi untuk Pilkada nanti,” ungkapnya.
Sementara itu dari sisi penyelenggara sendiri, Ketua KPU Kita Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan bahwa dari seluruh tahapan Pemilu 2019 di Kota Tangsel sudah berjalan dengan baik. Mulai dari pendaftaran peserta Pemilu, sampai tingkat pumungutan suara.
“Memang pada ujung acara ada gugatan di MK, tetapi secara umum tahapan yang telah berlangsung ini berjalan dengan baik. Dan kita lihat juga angka partisipasi sangat tinggi. Tinggal bagaiamana ada beberapa hal yang memang harus kita perbaiki menuju Pilkada,” paparnya.
Dari sisi pengawasan, Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep mengatakan bahwa yang perlu ditingkatkan lagi ke depannya untuk Pilkada 2020 ialah bagaiamana peran aktif masyarakat ikut serta dalam pengawasan.
Karena menurut Acep, pada saat Pemilu 2019 Bawaslu sudah membentuk relawan pengawas dari lebih 80 organ masyarakat, namun belum berjalan dengan maksimal.