SERPONG UTARA, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimis akan bisa menarik perhatian warga untuk menaiki moda transportasi umum. Terlebih, sudah beroperasionalnya Mass Rapid Transit (MRT).
Wakil Walikota Benyamin Davnie menyatakan tengah melakukan kajian studi untuk memantapkan integrasi transportasi. Untuk sarana penunjang penghubung, akan dioperasionalkan lima trans anggrek dan 20 bus bantuan dari pemerintah pusat.
”Kan sekarang, kita sudah ada MRT. Konsep integrasi transportasi umum bisa berjalan. Makanya, bus yang dimiliki pemkot akan menjadi feeder halte untuk menuju stasiun MRT,” katanya dalam konferensi pers Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota di Hotel Mercure Alam Sutera, Kecamatan Serpongutara, Rabu (20/3).
Ia menambahkan apalagi adanya informasi, tiket MRT juga akan dibebankan Pemkot Tangsel dalam mekanisme subsidi.
”Kita akan bahas, porsinya seperti apa. Sambil dilihat kekuatan keuangan daerah. Tapi, prinsipnya kami mendukung adanya integrasi transportasi umum,” terangnya
Disinggung mengenai dampak moda angkutan perkotaan (angkot) jika integrasi transportasi diberlakukan ? Benyamin menyatakan perlaha-lahan trayek angkot sudah tidak diperpanjang lagi.
”Jadi, berjalannya waktu, penumpang akan beralih moda transportasi integrasi dan angkot akan hilang seiring ijin trayeknya habis,” tukasnya.