Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menerangkan, kedatangannya ini tidaklah tanpa tujuan. Melainkan dengan membawa misi untuk menanamkan budaya anti korupsi kepada masyarakat Tangsel.
Kota Tangsel menjadi wilayah terakhir yang dikunjungi. Sebelumnya, acara serupa sukses digelar di delapan wilayah lainnya.
Perjalanannya Bus KPK mengarungi sembilan wilayah ini, memiliki satu tema besar bertajuk "Jelajah Negeri Membangun Antikorupsi."
"Kami menuju sembilan kota, diawali di Kota Palembang dan Kota Tangsel ini menjadi kota terakhir untuk jelajah negeri membangun antikorupsi. Sembilan kota mencerminkan 9 nilai antikorupsi. Kalau disingkat itu menjadi Jumat Bersepeda KK, yang artinya jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, dan kerja keras. Nah di Tangsel ini, temanya nilai-nilai antikorupsi berkaitan dengan kerja keras," ujar Alex dalam sambutannya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bus KPK merupakan representasi bahwa KPK telah hadir di berbagai daerah. Ini menunjukkan komitmen kami dalam pencegahan maupun pemberantasan korupsi.
"Bus KPK adalah representasi kehadiran KPK di masyarakat. Kami sering mendapat keluhan dari masyarakat daerah, oleh karenanya bus ini hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut," ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran bus KPK juga merupakan upaya KPK dalam memberikan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi kepada masyarakat Indonesia secara luas. Dimana, hal ini sejalan dengan semangat Trisula pemberantasan korupsi KPK, yang mana pendidikan menjadi salah satu poin utama untuk memberantas korupsi di Indonesia.
"Peningkatan peran serta masyarakat tentu dibutuhkan saat ini. KPK berharap masyarakat dapat menjadi mata, telinga, dan kepanjangan tangan KPK di seluruh wilayah Indonesia untuk melihat, mendengar, dan melaporkan segala bentuk kecurangan atau perilaku tindak pidana korupsi," pungkasnya.