"Ini sebenarnya program PTSL tahun 2019. Seharusnya terbit tahun 2019, namun baru bisa di realisasikan tahun ini karena ada hal-hal tertentu yakni kelengkapan berkas," ungkapnya.
Disinggung soal target 1500 bidang sertifikat PTSL yang harus di realisasikan ke masyarakat di tahun 2022 mendatang, Sugiyadi mengaku optimis jika target tersebut bisa segera terealisasi. Asalkan, kata dia, tergantung kesiapan masyarakat dalam melengkapi semua berkas-berkas PTSL nya.
"Masyarakat harus bisa melengkapi semua berkas PTSL nya. Karena setelah saya baca dokumen yang ada itu, ada dokumen- dokumen yang kurang. Tapi saya optimis bisa terealisasi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Komisi l bersama BPN Kota Tangsel, sejak Senin lalu mulai melakukan road show ke kecamatan-kecamatan untuk mendistribusikan sertifikat PTSL kepada masyarakat.
Road show dilakukan mulai dari Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara. Di dua kecamatan itu, ada 115 sertifikat PTSL di bagikan ke masyarakat. Disusul kemudian Kecamatan Pondok Aren, dua lembaga di Kota Tangsel itu pun pada Rabu kemarin membagikan 304 bidang PTSL ke masyarakat. (Dra)