Baca Juga: Pabrik Baterai EV Mulai Beroperasi, Mobil Listrik Bakal Makin Murah?
Bachtiar mengatakan pihaknya telah melakukan proses business matching antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan koperasi. Dari sekitar 100 koperasi yang mengikuti proses tersebut, sebanyak 40 koperasi disebut telah lolos verifikasi untuk masuk dalam tahapan berikutnya.
“Ini semoga menjadi capaian untuk kontribusi Dinas Koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis di Kota Tangsel,” katanya.
Fokus berikutnya adalah pendampingan, peningkatan kapasitas dan digitalisasi usaha melalui program inkubasi bisnis.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi maupun berbagai unsur dunia usaha. Pendampingan dilakukan melalui mentoring dan coaching sebelum pelaku usaha diarahkan menuju proses pengembangan bisnis berikutnya.
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel juga mendorong penguatan business matching dan link and match untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Baca Juga: Pos Gizi Tangsel Sasar Balita hingga Ibu Hamil dari Keluarga Rentan
“Ini yang akan kita lakukan hari ini. Kita mengundang Bapak-Ibu sekalian untuk membentuk ekosistem kewirausahaan agar semua komponen bisa saling mengisi,” kata Bachtiar.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong optimalisasi pemanfaatan aset dan ruang pemasaran untuk membantu memperluas akses pasar UMKM, baik melalui kanal digital maupun konvensional.
Target 1.700 Sertifikasi Halal
Penguatan UMKM juga diarahkan pada peningkatan legalitas dan standar produk.
Bachtiar menyampaikan, Dinas Koperasi dan UKM Tangsel menargetkan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.700 pelaku usaha melalui skema yang difasilitasi pemerintah, serta 150 pelaku usaha melalui skema reguler.
Menurut dia, program sertifikasi halal menjadi bagian penting dari peningkatan daya saing produk UMKM sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen.
Baca Juga: Dua Tahun Beruntun, Tangsel Pertahankan Juara 1 TP2DD Jawa-Bali 2026
Bachtiar menyebut hingga saat ini sudah lebih dari 500 pelaku usaha yang memperoleh sertifikasi halal dalam program tersebut.