info-tangsel

Bau Menyengat Diduga dari Peternakan Ayam di Cilalung Tangsel Dikeluhkan Warga, Izin Operasional Dipertanyakan

Rabu, 8 Juli 2026 | 19:49 WIB
Peternakan tersebut juga dipersoalkan karena diduga belum memiliki izin operasional.

Ciputat, bidiktangsel.com – Keberadaan peternakan ayam di kawasan Cilalung, Jalan Cilalung 3 RT 004 RW 005, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menuai keluhan warga.

Selain menimbulkan bau menyengat yang disebut paling terasa pada dini hari hingga pagi hari, peternakan tersebut juga dipersoalkan karena diduga belum memiliki izin operasional.

Keluhan warga mencuat setelah sebuah video yang menyoroti aktivitas peternakan tersebut beredar di media sosial Threads. Unggahan itu memicu perhatian publik dan mendorong warga kembali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar segera melakukan penanganan.

Baca Juga: Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Penindakan Tipiring bagi Pembangunan Tanpa PBG dan Perusak Aset Negara

Pada Rabu (8/7/2026), Jabarin mengonfirmasi langsung kepada salah seorang warga, Insan, terkait kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Insan, aroma tidak sedap dari peternakan kerap tercium hingga kawasan Perumahan Alam Serua 2 yang berbatasan langsung dengan lokasi usaha peternakan ayam tersebut.

"Baunya cukup menyengat, terutama mulai dini hari sampai pagi. Warga yang tinggal di sekitar lokasi maupun di Perumahan Alam Serua 2 sama-sama merasakan dampaknya," ujar Insan.

Ia menjelaskan, perwakilan warga bersama Ketua RT dan Ketua RW telah mendatangi lokasi peternakan untuk meminta penjelasan langsung kepada pemilik usaha, termasuk mengenai legalitas operasional.

Baca Juga: KADIN Tangsel Inisiasi Kolaborasi Ketahanan Pangan, Budidaya Pisang Cavendish Disiapkan Dukung Program MBG

"Dalam pertemuan itu kami menanyakan soal perizinan. Pemilik menyatakan bahwa izin memang tidak ada. Namun beliau tetap menolak menutup peternakan," kata Insan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jabarin belum memperoleh konfirmasi dari pihak pemilik peternakan terkait pernyataan tersebut.

Menurut Insan, pemilik peternakan beralasan usaha tersebut telah berdiri lebih dahulu dibandingkan pembangunan Perumahan Alam Serua 2.

Namun demikian, warga menilai kondisi kawasan kini telah berubah. Mereka menyebut aktivitas peternakan sempat berhenti selama bertahun-tahun, termasuk ketika kawasan perumahan mulai dibangun dan dihuni masyarakat.

"Menurut pemilik, peternakan itu memang lebih dulu ada. Tapi sempat berhenti bertahun-tahun, termasuk saat perumahan kami dibangun dan mulai ditempati. Sekarang dibuka kembali sehingga menimbulkan keluhan dari warga," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini