Keempat, memperkuat rantai distribusi mulai dari produsen, distributor, hingga konsumen akhir.
Baca Juga: Wisuda ke-13 Universitas Trilogi Cetak Lulusan Siap Bersaing di Era Digital
“Yang kita jaga adalah rantai distribusinya. Alhamdulillah selama menjalankan fungsi TPID ini, sampai saat ini persoalan yang muncul masih dapat dikendalikan dan tidak terlalu signifikan, kecuali yang dipengaruhi faktor-faktor regional,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Tangerang Selatan bukan merupakan daerah penghasil utama sejumlah komoditas pangan strategis. Ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain membuat koordinasi lintas wilayah menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas harga.
Pasokan Daging dan Cabai Jadi Perhatian
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian menjelang Iduladha adalah daging sapi. Permintaan yang meningkat setiap musim kurban berpotensi memicu kenaikan harga apabila pasokan tidak terjaga.
Bambang menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong penguatan kerja sama dengan daerah produsen guna memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar.
“Makanya tadi juga kita berharap adanya kerja sama dengan daerah-daerah produsen dalam skala yang lebih luas, bahkan hingga tingkat provinsi, agar pasokan tetap aman dan harga dapat terkendali,” katanya.
Selain daging sapi, sejumlah komoditas lain yang masuk dalam pengawasan pemerintah antara lain minyak goreng, bawang merah, cabai, ayam, dan telur.
Khusus cabai, pemerintah mengakui masih terjadi kenaikan harga secara fluktuatif di sejumlah pasar. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam kategori wajar dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Ada kenaikan harga, seperti cabai. Tapi ini sifatnya fluktuatif dan yang terus kita jaga agar tidak menjadi ekstrem,” tuturnya.
Baca Juga: Bus Sekolah Tangsel Tetap Gratis di Tengah Ancaman Kenaikan BBM Solar Juli 2026