Oleh: Sugeng Prayogo/Wartawan
TANGERANG SELATAN — Program ambisius Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menghadirkan ribuan titik WiFi gratis demi mewujudkan konsep Smart City mulai menimbulkan tanda tanya serius di tingkat masyarakat bawah.
Di sejumlah perkampungan, terutama kawasan penanganan kumuh, sinyal internet yang dijanjikan justru hanya “melintas di udara” tanpa benar-benar dapat dinikmati hingga ke rumah warga.
Di Kampung Pisangan Barat, Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, harapan itu berubah menjadi rasa pasrah.
Baca Juga: Gerakan Politik Ijazah: Ketika Isu Dokumen Menjadi Senjata Adu Domba
Adie, Ketua RT01, menyampaikan bahwa hampir setahun ia mengajukan usulan pemasangan WiFi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Namun, titik akses yang terpasang justru berada di balai warga RT02 atau posbindu di kediaman RW05. Sementara pemukiman padat di wilayahnya tetap blank spot.
“Tiang pancangnya kelihatan, tapi sinyalnya tidak pernah sampai. Warga cuma bisa melihat, tanpa bisa memakai,” ujar Adie, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga: Kepercayaan Publik Naik 76 Persen, Sahabat Presisi: Reformasi Polri Terlihat Nyata
Penelusuran di lapangan menunjukkan Pemkot Tangsel telah memasang lebih dari seribu titik WiFi gratis di taman kota, sarana ibadah, hingga balai warga.
Program ini memang dirancang untuk ruang publik, bukan diarahkan menjangkau kawasan residensial.
Faktor teknis seperti rapatnya bangunan, banyaknya penghalang, hingga keterbatasan jangkauan access point menjadi penyebab sinyal tidak merata dan sulit menembus pemukiman padat.
Baca Juga: Permudah Akses Pencari Kerja, Pemkot Tangsel Mulai Sosialisasikan Portal Digital Anti Nganggur
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, dalam siaran pers sebelumnya menegaskan bahwa pemasangan titik WiFi dilakukan berdasarkan usulan masyarakat dan diperuntukkan bagi ruang publik. Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya sudah membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp bagi warga yang menemukan kendala.