Serpong, bidiktangsel.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi meluncurkan program Kampung Digital dan Pojok UMKM Kadin Indonesia sebagai langkah konkret mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertransformasi ke ekosistem digital.
Peluncuran program ini dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, yang menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: 772 Ribu UMKM Banten Didorong Go Digital, Kadin Indonesia Resmikan Kampung Digital di Tangsel
Dalam sesi doorstop interview, Mulyadi Jayabaya menuturkan bahwa program Kampung Digital merupakan langkah awal untuk memperluas literasi dan inklusi digital di kalangan pelaku UMKM di berbagai daerah.
“Program-program yang sudah jadi ini akan terus dikembangkan. Hari ini baru sekitar 500 UMKM yang terlibat, dan targetnya ke depan bisa menjangkau ribuan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, penguatan digitalisasi UMKM menjadi kunci utama ketahanan ekonomi nasional. Kadin Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses teknologi kepada masyarakat agar mampu bersaing di era digital.
“Kita akan memberikan wawasan kepada warga agar melek digital. Ekonomi bangsa ini bisa bertahan dan tumbuh melalui UMKM yang tangguh dan modern. Jika UMKM naik kelas, Indonesia juga akan maju,” tegasnya.
Mulyadi juga menilai, komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan sektor UMKM dan ketahanan pangan sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berterima kasih kepada Pak Prabowo. Beliau presiden yang luar biasa, punya program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Ini akan memperkuat ketersediaan pangan dan mempercepat kemajuan bangsa,” katanya.
Baca Juga: Bos BGN Kena Omel DPR, Salah Regulasi saat Minta Anggaran Tambahan untuk MBG
Selain mendukung program pemerintah, Kadin juga mendorong agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada anggaran daerah (APBD).
Mulyadi menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kita jangan terlalu berharap pada APBD. Potensi perdagangan dan kerajinan daerah luar biasa. Misalnya dari hasil dapur gizi—sayur, telur, dan produk olahan lokal—semuanya bisa jadi sumber ekonomi yang kuat,” tambahnya.