Terkait konsep digitalisasi kampung, Mulyadi menjelaskan bahwa Kadin akan mengembangkan sistem digital terpadu yang memungkinkan anggota Kadin di seluruh Indonesia terhubung dalam satu ekosistem ekonomi digital.
“Kita akan sosialisasikan ke seluruh anggota Kadin di Indonesia. Ini baru peluncuran pertama. Ke depan bisa saja Kadin meluncurkan aplikasi sendiri untuk memperkuat jaringan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan, aplikasi digital Kadin nantinya bukan untuk bersaing dengan platform e-commerce besar seperti Shopee atau Tokopedia, melainkan untuk memperkuat jejaring bisnis antaranggota Kadin dan UMKM lokal agar lebih terintegrasi dan mandiri secara digital.
Baca Juga: Pilar Saga Ichsan: Sekolah Harus Aktif Cegah dan Eliminasi Bullying di Tangsel
Dengan peluncuran Kampung Digital dan Pojok UMKM, Kadin Indonesia berharap dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis teknologi, memperkuat kemandirian ekonomi daerah, dan mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045.
(***)