Uten juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana besar yang disetorkan oleh para calon ketua kepada panitia penyelenggara.
“Berapa sih biaya sewa gedung dan konsumsi satu hari kegiatan? Gak mungkin habis sampai satu miliar. Jadi kemana uang itu dipakai? Usut tuntas itu! Jangan biarkan peristiwa yang merugikan para pengusaha Tangsel terulang lagi,” tandasnya.
Ia juga menyerukan agar para pengusaha Tangsel lebih berani dan cerdas dalam menuntut transparansi serta profesionalisme dari penyelenggara.
“Pengusaha Tangsel jangan jadi penakut di rumah sendiri. Kalau ada yang salah, laporkan. Ini untuk kebaikan dan marwah dunia usaha Tangsel ke depan,” pungkasnya.
Uten bahkan mempertegas kembali sikapnya. “Jika dalam waktu seminggu ini tak ada informasi kapan Mukota dilanjutkan, pihak-pihak yang dirugikan wajib melaporkan ke polisi,” tegasnya.
(***)