Bidiktangsel.com, Ciputat - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menanggapi secara terbuka kritik dan masukan dari Fraksi-Fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Kamis (26/6).
Agenda tersebut merupakan bagian dari masa sidang 2024/2025, khusus membahas Jawaban Walikota Tangerang Selatan terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Baca Juga: Walikota Tangsel Tegaskan Komitmen Berantas Pungli di Dunia Pendidikan dalam Rapat Paripurna DPRD
Salah satu sorotan utama disampaikan oleh Fraksi Golkar yang menyoroti proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2024 yang dinilai meleset dari target dan berpotensi mengganggu perencanaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Respons Walikota Tangsel: Akan Lebih Cermat Hitung SiLPA
Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan perhitungan yang lebih cermat dalam menyusun asumsi SiLPA ke depan, dengan mengedepankan proyeksi pendapatan dan belanja yang lebih realistis.
Baca Juga: Aksi Damai Warga di SMAN 10 Tangsel Tuntut Prioritas Zonasi: Lurah Sawah Baru Redam Ketegangan
“Kami akan lebih cermat lagi dalam perhitungan asumsi SiLPA dengan memperhatikan proyeksi pendapatan dan belanja. Serta evaluasi dan perbaikan APBD 2024 akan menjadi perhatian kami menyusun Perubahan APBD tahun anggaran 2025,” ujar Benyamin dalam keterangannya.
Menurutnya, kritik dari Fraksi Golkar menjadi masukan konstruktif yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki kualitas tata kelola anggaran daerah, khususnya dalam menyusun perencanaan fiskal ke depan.
SiLPA: Indikator Penting Stabilitas Fiskal Daerah
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) adalah indikator penting yang menunjukkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Ketidaktepatan dalam proyeksinya dapat berdampak langsung terhadap proses pengambilan kebijakan fiskal, khususnya saat menyusun perubahan APBD atau belanja tahun berjalan.
Selisih yang terlalu besar antara estimasi dan realisasi SiLPA sering kali menandakan perencanaan anggaran yang belum akurat atau realisasi program yang tidak maksimal.