“Kita ingin membangun kesadaran dari usia dini. Anak-anak remaja adalah calon ibu masa depan, maka edukasi kepada mereka adalah investasi kesehatan jangka panjang,” ujar dr. Allin.
Menjangkau Masyarakat Melalui Strategi Inovatif
Beberapa strategi inovatif lain seperti Pekan Ibu Hamil Sehat yang digelar di pusat perbelanjaan, webinar gizi, hingga pembangunan jamban sehat hasil kolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) swasta juga dilaksanakan agar menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses
Keberhasilan program stunting ini tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor. Dinkes Tangsel menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda, DKP3, DP3AP2KB, Disdukcapil, Disperkimta, DCKTR, Diskominfo, hingga Disdikbud, dalam rangka menyukseskan konvergensi program percepatan penurunan stunting.
Baca Juga: Respons Cepat Atasi Rumah Hampir Ambruk di Kelurahan Jombang: Pemkot Tangsel Siapkan Bedah Rumah
“Satu keluarga saja terselamatkan dari stunting, itu artinya satu masa depan telah dijaga. Dan kami ingin menjangkau sebanyak mungkin keluarga di Tangerang Selatan,” tegas dr. Allin dengan optimisme.
Komitmen Menuju Kota Bebas Stunting 2030
Dengan pendekatan multisektor, edukatif, dan langsung ke masyarakat, Pemkot Tangsel menunjukkan komitmennya dalam mendukung target nasional menuju Indonesia Bebas Stunting tahun 2030.
Sebagai langkah evaluatif, Dinkes Tangsel juga akan terus melakukan pemantauan data pertumbuhan anak, penguatan peran kader di lapangan, serta menyempurnakan intervensi berbasis data agar seluruh 35 program berjalan optimal dan berkelanjutan. (***)